
Dengan diperkirakan mencapai rekor 45 juta orang Amerika yang akan melakukan perjalanan antara 21 hingga 25 Mei, Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) mengeluarkan peringatan kepada pengemudi, operator tur, dan sopir komersial untuk bersiap menghadapi kemacetan parah di pos perbatasan darat sepanjang perbatasan utara. Pemberitahuan yang dirilis pada 20 Mei ini menyoroti Terowongan Detroit–Windsor, Jembatan Ambassador, Jembatan Blue Water (Port Huron–Sarnia), dan penyeberangan Sault Ste. Marie sebagai titik-titik rawan kemacetan. CBP menyatakan petugas akan meningkatkan pemeriksaan dokumen, inspeksi sekunder, dan skrining pertanian selama periode liburan. Para pelancong diimbau membawa paspor atau kartu NEXUS yang masih berlaku, mendeklarasikan semua barang—termasuk makanan segar dan produk ganja—serta mengisi formulir I-94 secara online jika diperlukan. Agensi ini juga mengingatkan warga Kanada bahwa ganja tetap ilegal menurut hukum federal AS meskipun legal di wilayah Kanada. Bagi koordinator perjalanan bisnis dan tim relokasi, peringatan ini menjadi pengingat penting: pengiriman barang rumah tangga, teknisi layanan yang mengemudikan kendaraan perusahaan, dan komuter lintas batas bisa menghadapi waktu tunggu lebih dari dua jam pada jam sibuk. Manajer mobilitas disarankan untuk menggeser jadwal pindahan ke waktu tidak sibuk, menyiapkan inventaris sebelumnya, atau mengalihkan rute melalui penyeberangan yang lebih sepi seperti Jembatan Thousand Islands atau North Portal. Asosiasi perdagangan menyambut baik pemberitahuan dini ini, namun mendesak CBP dan Badan Layanan Perbatasan Kanada (CBSA) untuk menambah staf secara mendadak di kedua sisi perbatasan. Para analis mencatat bahwa Hari Peringatan (Memorial Day) semakin menjadi ujian ketahanan bagi ekosistem Trusted Traveller; penumpukan yang berkepanjangan dapat mengurangi kepercayaan pada jalur NEXUS dan FAST yang sudah terbebani oleh kekurangan staf sebelumnya. Ke depan, perusahaan dengan lalu lintas lintas batas yang sering harus memasukkan peringatan ini ke dalam materi pengarahan pelancong dan memastikan pekerja lapangan tahu cara mengakses dasbor waktu tunggu real-time yang disediakan oleh CBP dan CBSA. Kegagalan melakukannya bisa berakibat pada terlewatnya pertemuan klien, biaya demurrage untuk truk yang terlambat, dan biaya lembur bagi kru yang bekerja dengan tenggat waktu ketat.
Sumber: NBSLA.ca