
Bandara Internasional Dubai (DXB) bersiap menyambut periode tersibuknya sejak sebelum pandemi, dengan manajemen memperkirakan sekitar tiga juta penumpang antara 2 hingga 15 Juli. Lalu lintas harian diperkirakan akan melampaui 200.000 pelancong, dan pada Minggu, 12 Juli saja, lebih dari 225.000 orang diprediksi melewati terminal. Sekitar setengah dari penumpang adalah penumpang transit, menegaskan posisi Dubai sebagai pusat penghubung internasional terbesar di dunia. Operator bandara Dubai Airports dan maskapai Emirates telah meluncurkan rencana berlapis untuk mengendalikan antrean. Para pelancong dianjurkan tiba tiga jam sebelum keberangkatan, menggunakan check-in online atau di kota, serta mempertimbangkan Metro untuk menghindari kemacetan jalan. Keluarga dengan anak usia 12 tahun ke atas dapat melewati imigrasi melalui Smart Gates, sementara anggota Emirates Skywards yang terdaftar dalam program biometrik maskapai dapat menggunakan jalur pengenalan wajah khusus saat check-in, pemeriksaan keamanan, dan boarding. Di balik layar, DXB menambah staf di loket imigrasi, jalur keamanan, dan meja layanan pelanggan. Petugas penunjuk arah tambahan ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan, dan kode QR peta DXB Express baru membantu penumpang menemukan gerbang secara real-time. Untuk pelancong dengan disabilitas tersembunyi, Terminal 2 kini memiliki Ruang Perjalanan Terbantu yang dijaga oleh staf terlatih dalam program Sunflower. Perencana perjalanan bisnis perlu mencatat bahwa puncak akhir pekan pertama Emirates (3-5 Juli) bertepatan dengan banyak ekspatriat korporat yang memulai cuti tahunan mereka. Oleh karena itu, organisasi menyarankan agar penugasan menambah setidaknya satu jam ekstra dalam jadwal penanganan darat dan memesan layanan mobil lebih awal. Operator kargo juga bersiap menghadapi waktu pemeriksaan keamanan yang lebih ketat, yang dapat memengaruhi batas waktu pengiriman barang di bagasi pesawat berbadan lebar. Bagi manajer mobilitas, pesannya jelas: pesan lebih awal, dorong check-in digital, dan beri pengarahan kepada pelancong tentang rencana musim panas bandara. Jika tidak, risiko kehilangan penerbangan, biaya penerbitan ulang tiket, dan gangguan jadwal perjalanan lanjutan bisa terjadi di salah satu periode perjalanan tersibuk di kalender Teluk.
Sumber: The National