India Meluncurkan Kartu e-OCI Digital, Mengakhiri Kewajiban Buku Fisik
Pemerintah Memerintahkan Pos Pemeriksaan Imigrasi di Bandara Jewar dan Agartala Dibuka ‘Secepatnya’
Kuwait Aktifkan Izin Tinggal Investor 15 Tahun, Buka Peluang untuk Pengusaha India
Berita Terbaru
Penundaan PERM Selama Setahun Terus Menghambat Kartu Hijau AS bagi Profesional India
Data terbaru dari DOL mengonfirmasi antrean sertifikasi tenaga kerja PERM masih macet pada pengajuan Juni 2025, membuat para pemohon Green Card asal India harus menunggu setidaknya satu tahun lagi sebelum bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. Para pemberi kerja mulai mencari peluang kerja alternatif di luar negeri, sementara keluarga khawatir anak-anak mereka akan kehilangan status tanggungan karena usia. Tanpa adanya perubahan legislatif atau regulasi, potensi kebocoran talenta dari AS diperkirakan akan semakin besar.
Pengadilan Banding AS Pulihkan Sidang Jaminan, Kurangi Risiko Penahanan bagi Migran India
Putusan Pengadilan Sirkuit Kelima membatalkan kebijakan pemerintahan Trump yang menolak sidang jaminan bagi banyak migran, mengembalikan hak untuk mengajukan pembebasan dalam waktu 90 hari setelah penangkapan. Perubahan ini akan langsung berdampak pada warga negara India yang ditahan di Texas, Louisiana, dan Mississippi serta mengurangi gangguan bisnis terkait penahanan bagi perusahaan AS yang mempekerjakan pekerja sementara asal India.
Thailand Hentikan Bebas Visa untuk Warga India, Terapkan Persyaratan Ketat Saat Kedatangan
Thailand telah menghapus kebijakan bebas visa bagi warga India mulai sekarang. Pengunjung kini wajib mengurus Visa on Arrival atau e-Visa, mengisi Kartu Kedatangan Digital secara online, serta menunjukkan bukti dana tunai minimal 20.000 THB. Aturan yang lebih ketat ini memperpanjang waktu persiapan untuk perjalanan wisata dan bisnis jangka pendek, serta berpotensi membebani kapasitas pengolahan di bandara Bangkok.
Hujan Monsun Melanda, Menghentikan Jalur Utama: Lebih dari 250 Penerbangan dan Puluhan Kereta Terlambat di Wilayah Barat India
Hujan deras musim monsun memaksa pembatalan atau penundaan lebih dari 250 penerbangan dan puluhan kereta pada 7 Juli, yang secara efektif menutup jalur perjalanan Mumbai–Pune dan mengacaukan perjalanan bisnis di seluruh wilayah barat India. Pihak berwenang mengeluarkan peringatan merah/oranye, menganjurkan kerja dari rumah, serta menutup sekolah-sekolah, sementara maskapai dan kereta api berupaya mengatur ulang penumpang. Gangguan ini menyoroti pentingnya perencanaan ketahanan iklim yang semakin krusial untuk perjalanan bisnis dan penugasan ekspatriat di India.
Air India, IndiGo & SpiceJet Keluarkan Peringatan Real-Time karena Hujan Mengganggu Penerbangan Delhi–Mumbai
Hujan deras mengganggu koridor udara tersibuk di India, Air India, IndiGo, dan SpiceJet mengeluarkan peringatan perjalanan real-time pada 7 Juli, memperingatkan adanya keterlambatan dan pengalihan penerbangan di bandara Delhi dan Mumbai. Peringatan cepat dan terkoordinasi ini mencerminkan sistem operasi baru yang terintegrasi dengan data cuaca, membantu pelancong bisnis meminimalkan biaya tambahan. Manajer mobilitas disarankan untuk meninjau aturan pembebasan biaya dari masing-masing maskapai dan menambahkan waktu cadangan ekstra dalam jadwal perjalanan.
India dan Indonesia Berkomitmen Percepat Visa dan Permudah Perjalanan dalam Kemitraan Strategis Baru
Pernyataan bersama yang dikeluarkan pada 7 Juli setelah kunjungan Perdana Menteri Modi ke Jakarta menginstruksikan pejabat India dan Indonesia untuk mempercepat penerapan langkah-langkah fasilitasi visa baru, memperluas layanan penerbangan, dan mempromosikan pariwisata dua arah. Ketentuan mobilitas ini dapat mencakup pembebasan biaya, pas digital, dan penambahan kapasitas penerbangan—hal penting bagi perusahaan India yang memiliki proyek di Indonesia serta untuk segmen MICE yang berkembang pesat di kawasan ini. Perusahaan disarankan mempersiapkan diri untuk kemudahan perjalanan jangka pendek yang sebagian besar digital antara kedua negara.
KTT India-Indonesia Janjikan Visa Lebih Cepat dan Rute Penerbangan Baru untuk Tingkatkan Perjalanan Bisnis Dua Arah
Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan saat kunjungan Perdana Menteri Modi ke Jakarta pada 7 Juli, India dan Indonesia berkomitmen untuk mengeksplorasi perluasan visa saat kedatangan, penerbangan langsung baru, dan integrasi pembayaran melalui kode QR. Jika terealisasi, langkah-langkah ini akan mempermudah mobilitas wisatawan dan pelaku bisnis, sekaligus mempererat integrasi antara dua ekonomi G20 yang berkembang pesat tersebut.
Amarnath Yatra Catat Rekor Peserta Asing; Pihak Berwenang Batasi Pendaftaran untuk Atur Arus Jamaah
Rekor 8.815 peziarah—termasuk 31 warga asing—berangkat menuju kuil Amarnath pada 7 Juli, membawa total pengunjung mendekati angka 100.000 dan memaksa pihak berwenang menghentikan pendaftaran baru hingga kuota tersedia kembali. Lonjakan luar biasa ini memperketat keamanan jalan raya dan berpotensi menunda perjalanan barang atau perjalanan bisnis di Jammu & Kashmir selama pekan mendatang.
India Perketat Pengawasan Garis Kontrol di Tengah Protes Massal di Kashmir yang Diduduki Pakistan
Setelah terjadi protes keras di Kashmir yang diduduki Pakistan, India memperketat pengawasan di Garis Kontrol (LoC), menangguhkan izin perjalanan lintas batas, dan menambah kehadiran pasukan militer. Pengetatan keamanan ini membatasi kunjungan keluarga lintas LoC dan berpotensi menunda pengiriman bantuan kemanusiaan, sekaligus menambah tantangan kepatuhan bagi perusahaan yang beroperasi di dekat perbatasan.