
Perluasan perjanjian bebas visa sepihak sedang mengubah peta pariwisata masuk Tiongkok. Analisis yang dirilis pada 13 Juli oleh raksasa perjalanan online Qunar menunjukkan bahwa pelancong dengan paspor asing memesan penerbangan ke 160 kota di Tiongkok pada paruh pertama 2026, meningkat tajam dibandingkan 2025. Meski Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Shenzhen tetap menjadi magnet utama, pusat-pusat sekunder seperti Chongqing, Changsha, Hangzhou, dan Zhengzhou mencatat pertumbuhan dua digit, sementara destinasi pedalaman seperti Daocheng dan Jinggangshan muncul di daftar pemesanan untuk pertama kalinya. Perubahan ini terjadi setelah Beijing memberlakukan bebas visa selama 15 dan 30 hari bagi warga 13 negara Eropa dan Asia antara Desember 2025 dan April 2026, serta menyederhanakan aturan transit 72/144 jam di lebih dari 20 bandara. Hambatan yang lebih rendah memungkinkan pebisnis menambahkan kunjungan pabrik di Yiwu atau pemeriksaan rantai pasok di Kashgar ke perjalanan mereka ke Shanghai tanpa birokrasi tambahan. Pemesanan masuk ke Yiwu melonjak 62 persen, sementara pasar elektronik Huaqiangbei di Shenzhen masuk dalam sepuluh besar reservasi hotel dari luar negeri secara nasional. Pasar Belt and Road merespons paling cepat: Mongolia, Uzbekistan, dan Kazakhstan mencatat kenaikan persentase tiga digit, dan pemesanan dari Yunani melonjak hampir sepuluh kali lipat karena jalur pelayaran Tiongkok mempromosikan pemberhentian bebas visa di Piraeus. Pengunjung Eropa juga menginap lebih lama—rata-rata 3,2 malam dibandingkan rata-rata keseluruhan 2,1 malam—menunjukkan pergeseran dari kunjungan pabrik singkat ke keterlibatan komersial yang lebih mendalam dan perpanjangan waktu liburan. Bagi perusahaan multinasional, data ini mendukung peluang mobilitas talenta yang lebih luas. Dengan semakin banyak bandara non-hub yang kini memiliki jadwal internasional langsung, perusahaan dapat mempersingkat perjalanan domestik, mengurangi jejak karbon, dan meningkatkan kesejahteraan pelancong. Namun, tim mobilitas harus waspada terhadap layanan yang tidak merata: kantor PSB kota kecil mungkin hanya memproses pendaftaran kedatangan pada jam kerja hari kerja, dan beberapa masih meminta salinan paspor cetak meski ada pedoman e-registrasi nasional. Manajer perjalanan disarankan untuk memberikan pengarahan awal kepada staf dan menjaga jaringan penyedia layanan di seluruh Tiongkok untuk dukungan darurat.
Sumber: Xinhua via eHangzhou.gov.cn