
Menteri Perdagangan dan Industri Piyush Goyal berangkat dari New Delhi pagi ini untuk kunjungan selama lima hari ke Madrid, Brussels, dan Helsinki, memimpin delegasi beranggotakan 50 CEO dari berbagai sektor seperti elektronik, energi bersih, dan pariwisata. Menurut siaran pers dari Press Information Bureau yang dirilis pada 12 Juli malam, misi ini akan mengeksplorasi kerja sama joint venture di bidang semikonduktor, energi angin lepas pantai, dan kereta cepat, serta mempromosikan visa baru ‘Work-from-India’ kepada platform digital nomad Eropa.
Bagi tim mobilitas global, perjalanan ini penting karena diharapkan dapat mempercepat perjanjian jaminan sosial bilateral (SSA) dengan Spanyol dan Finlandia, yang akan mengurangi pemotongan gaji ganda bagi staf India yang menjalani penugasan jangka pendek. Saat ini, India sudah memiliki SSA dengan 21 negara Uni Eropa; penambahan dua negara ini akan mempermudah penempatan tenaga kerja di pusat manufaktur teknologi tinggi Eropa.
Agenda kunjungan mencakup diskusi meja bundar bisnis di kantor pusat CEOE Madrid hari ini, dilanjutkan dengan roadshow investor ‘Make in India-for-Europe’ di Brussels pada 15 Juli, serta pertemuan dengan pimpinan mobilitas global Nokia di Helsinki pada 16 Juli. Para pelaku industri menyebutkan bahwa pembahasan juga mungkin mencakup visa fast-track timbal balik untuk insinyur—sebuah tuntutan lama dari raksasa IT India.
Operator pariwisata Spanyol antusias memanfaatkan perayaan India-Spanyol Dual Year 2026, yang berpotensi menghadirkan penerbangan charter dari Delhi ke Malaga. Maskapai penerbangan sudah mengajukan hak lalu lintas sementara, menandakan peningkatan kapasitas kursi bagi pelancong bisnis.
Perusahaan yang merencanakan perjalanan eksekutif ke Eropa disarankan untuk memantau pengumuman terkait pengakuan profesional secara timbal balik dan proyek percontohan izin kerja satu pintu. Meski perubahan kebijakan konkret akan memakan waktu berbulan-bulan, kunjungan menteri ini menegaskan bahwa isu mobilitas menjadi bagian penting dalam agenda perdagangan.
Bagi tim mobilitas global, perjalanan ini penting karena diharapkan dapat mempercepat perjanjian jaminan sosial bilateral (SSA) dengan Spanyol dan Finlandia, yang akan mengurangi pemotongan gaji ganda bagi staf India yang menjalani penugasan jangka pendek. Saat ini, India sudah memiliki SSA dengan 21 negara Uni Eropa; penambahan dua negara ini akan mempermudah penempatan tenaga kerja di pusat manufaktur teknologi tinggi Eropa.
Agenda kunjungan mencakup diskusi meja bundar bisnis di kantor pusat CEOE Madrid hari ini, dilanjutkan dengan roadshow investor ‘Make in India-for-Europe’ di Brussels pada 15 Juli, serta pertemuan dengan pimpinan mobilitas global Nokia di Helsinki pada 16 Juli. Para pelaku industri menyebutkan bahwa pembahasan juga mungkin mencakup visa fast-track timbal balik untuk insinyur—sebuah tuntutan lama dari raksasa IT India.
Operator pariwisata Spanyol antusias memanfaatkan perayaan India-Spanyol Dual Year 2026, yang berpotensi menghadirkan penerbangan charter dari Delhi ke Malaga. Maskapai penerbangan sudah mengajukan hak lalu lintas sementara, menandakan peningkatan kapasitas kursi bagi pelancong bisnis.
Perusahaan yang merencanakan perjalanan eksekutif ke Eropa disarankan untuk memantau pengumuman terkait pengakuan profesional secara timbal balik dan proyek percontohan izin kerja satu pintu. Meski perubahan kebijakan konkret akan memakan waktu berbulan-bulan, kunjungan menteri ini menegaskan bahwa isu mobilitas menjadi bagian penting dalam agenda perdagangan.
Sumber: Press Information Bureau