
Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Utara New York melaporkan bahwa Heri Abelardo de Leon Garcia, warga negara Meksiko berusia 32 tahun, telah mengaku bersalah atas masuk kembali ke Amerika Serikat setelah dideportasi. Ia ditangkap saat pemeriksaan lalu lintas rutin pada Februari 2026, setelah sebelumnya dideportasi pada 2012. Seorang hakim federal menjatuhkan hukuman dua bulan penjara diikuti dengan proses deportasi. Meskipun kasus masuk kembali dengan terdakwa tunggal cukup umum, jaksa menyoroti pengakuan ini sebagai contoh dari “kebijakan perbatasan yang gagal” yang memungkinkan penyeberangan ulang. Homeland Security Investigations menguatkan pernyataan tersebut dan berjanji akan melakukan penegakan hukum yang agresif di wilayah utara New York, yang mengalami peningkatan 12% dalam penuntutan kasus masuk kembali pada tahun fiskal ini. Bagi para pengusaha, kasus ini menjadi pengingat penting untuk menjaga ketat proses verifikasi ulang Formulir I-9 bagi pekerja jangka pendek, terutama di sektor yang menggunakan tenaga kerja musiman. Seorang karyawan yang ditemukan bekerja dengan identitas palsu setelah dideportasi sebelumnya dapat menyebabkan perusahaan terkena sanksi pidana dan dilarang mengikuti kontrak federal. Daftar periksa kepatuhan HR: gunakan E-Verify bila memungkinkan, lakukan audit berkala, dan pastikan manajer memahami perbedaan antara penyalahgunaan dokumen dan verifikasi yang sah. Meski denda dalam kasus ini dikenakan pada individu, tanggung jawab perusahaan di bawah Undang-Undang Reformasi dan Pengendalian Imigrasi dapat meningkat pesat jika ditemukan kelalaian sistemik.