
Pelancong yang menuju Austria dan wilayah Schengen dari Amerika Serikat segera harus mengajukan otorisasi perjalanan ETIAS hingga satu bulan sebelumnya, menyusul pembaruan yang diumumkan pada 23 Juli 2026 dan mulai berlaku 1 Agustus. Komisi Eropa memperpanjang waktu pemrosesan maksimal aplikasi ETIAS dari 4 hari menjadi 30 hari untuk warga AS, dengan alasan perlunya pemeriksaan keamanan tambahan. Jadwal serupa sudah berlaku untuk beberapa negara di Timur Tengah dan Afrika.
Meski sebagian besar pengajuan masih disetujui dalam hitungan menit, operator tur Austria khawatir akan terjadi lonjakan penolakan dan pemesanan ulang mendadak selama musim puncak akhir musim panas. Menurut Bandara Wina, kedatangan dari AS menyumbang sekitar 12% dari lalu lintas jarak jauh dan menghasilkan pengeluaran rata-rata €290 per malam—tertinggi dibanding pasar luar negeri lainnya.
Organisasi industri Österreich Werbung meluncurkan kampanye media sosial yang mengimbau pelancong Amerika Utara untuk “mengajukan permohonan 35 hari sebelum keberangkatan.” Manajer perjalanan bisnis juga harus menyesuaikan protokol internal. Banyak kebijakan mobilitas global saat ini hanya mengharuskan bukti ETIAS lima hari kerja sebelum keberangkatan; kini perusahaan memperbarui daftar periksa agar karyawan mengirimkan tangkapan layar otorisasi setidaknya dua minggu sebelumnya. Kegagalan melakukannya bisa menyebabkan penumpang ditolak naik pesawat di titik keberangkatan, memicu perubahan jadwal yang mahal.
Perubahan ini terkait dengan peluncuran Sistem Masuk/Keluar Uni Eropa (EES) yang dijadwalkan sepenuhnya beroperasi di bandara Austria pada November. Pejabat menyatakan data dari kuesioner ETIAS yang lebih panjang akan dimuat ke dalam EES, mempercepat proses pengambilan biometrik di lokasi. Namun, maskapai memperingatkan bahwa masa transisi ini bisa memperlambat proses boarding di rute transatlantik jika penumpang tiba di gerbang tanpa dokumen baru.
Tips praktis bagi pelancong meliputi memeriksa masa berlaku paspor (minimal tiga bulan setelah tanggal keluar yang direncanakan), menyimpan catatan perjalanan ke negara konflik, dan hanya menggunakan portal resmi Uni Eropa untuk menghindari biaya pihak ketiga. Tim HR perusahaan disarankan menyebarkan panduan ETIAS terbaru kepada karyawan AS di Austria dan memantau pengumuman selanjutnya, karena Kanada dan Australia diperkirakan akan menerapkan jangka waktu 30 hari yang sama akhir tahun ini.
Meski sebagian besar pengajuan masih disetujui dalam hitungan menit, operator tur Austria khawatir akan terjadi lonjakan penolakan dan pemesanan ulang mendadak selama musim puncak akhir musim panas. Menurut Bandara Wina, kedatangan dari AS menyumbang sekitar 12% dari lalu lintas jarak jauh dan menghasilkan pengeluaran rata-rata €290 per malam—tertinggi dibanding pasar luar negeri lainnya.
Organisasi industri Österreich Werbung meluncurkan kampanye media sosial yang mengimbau pelancong Amerika Utara untuk “mengajukan permohonan 35 hari sebelum keberangkatan.” Manajer perjalanan bisnis juga harus menyesuaikan protokol internal. Banyak kebijakan mobilitas global saat ini hanya mengharuskan bukti ETIAS lima hari kerja sebelum keberangkatan; kini perusahaan memperbarui daftar periksa agar karyawan mengirimkan tangkapan layar otorisasi setidaknya dua minggu sebelumnya. Kegagalan melakukannya bisa menyebabkan penumpang ditolak naik pesawat di titik keberangkatan, memicu perubahan jadwal yang mahal.
Perubahan ini terkait dengan peluncuran Sistem Masuk/Keluar Uni Eropa (EES) yang dijadwalkan sepenuhnya beroperasi di bandara Austria pada November. Pejabat menyatakan data dari kuesioner ETIAS yang lebih panjang akan dimuat ke dalam EES, mempercepat proses pengambilan biometrik di lokasi. Namun, maskapai memperingatkan bahwa masa transisi ini bisa memperlambat proses boarding di rute transatlantik jika penumpang tiba di gerbang tanpa dokumen baru.
Tips praktis bagi pelancong meliputi memeriksa masa berlaku paspor (minimal tiga bulan setelah tanggal keluar yang direncanakan), menyimpan catatan perjalanan ke negara konflik, dan hanya menggunakan portal resmi Uni Eropa untuk menghindari biaya pihak ketiga. Tim HR perusahaan disarankan menyebarkan panduan ETIAS terbaru kepada karyawan AS di Austria dan memantau pengumuman selanjutnya, karena Kanada dan Australia diperkirakan akan menerapkan jangka waktu 30 hari yang sama akhir tahun ini.
Sumber: Atlas Guide (via Reuters update)