
Serikat pekerja yang mewakili petugas darat, staf keamanan, dan beberapa layanan teknis di Bandara Václav Havel Praha telah memasuki status “siap mogok” sejak 30 Juli 2026. Pemberitahuan ini, yang dipublikasikan di situs resmi bandara, belum mengumumkan penghentian kerja, namun menandakan ketegangan yang meningkat dalam negosiasi upah yang dimulai pada Mei. Manajemen bandara segera memberikan jaminan kepada penumpang dan mitra maskapai bahwa deklarasi ini “tidak berdampak pada operasional bandara maupun proses penumpang” dan semua penerbangan berjalan sesuai jadwal.
Menurut hukum ketenagakerjaan Ceko, suara kesiapan mogok mengharuskan serikat pekerja memberikan kesempatan terakhir kepada pengusaha untuk memenuhi tuntutan sebelum benar-benar melakukan mogok—biasanya dengan pemberitahuan 24 jam. Bagi manajer mobilitas global yang mengatur relokasi musim panas dan perjalanan penugasan melalui Praha, situasi ini perlu diwaspadai. Mogok penuh dapat mengganggu proses check-in, pemeriksaan keamanan, dan penanganan bagasi—fungsi penting untuk jadwal perjalanan bisnis yang ketat.
Perusahaan disarankan untuk:
• Memantau pemberitahuan berbahasa Inggris dari bandara.
• Menganjurkan para pelancong tiba minimal dua jam lebih awal untuk penerbangan dalam Schengen dan tiga jam untuk penerbangan non-Schengen.
• Menyediakan opsi tiket fleksibel untuk mengantisipasi aksi mogok mendadak.
Sengketa ini berpusat pada kenaikan gaji yang disesuaikan dengan inflasi, tingkat staf selama musim puncak musim panas, dan outsourcing beberapa layanan di area landasan. Operator bandara Letiště Praha, perusahaan milik negara, mencatat pemulihan pasca-pandemi dengan 14 juta penumpang pada 2025 dan memperkirakan melampaui 16 juta tahun ini—jumlah yang menurut serikat pekerja tidak tercermin dalam tawaran upah saat ini.
Meski mogok belum terjadi, peristiwa ini menyoroti meningkatnya aksi buruh di sektor penerbangan Eropa. Manajer HR dan perjalanan disarankan memasukkan klausul aksi buruh dalam kebijakan perjalanan dan memastikan ekspatriat yang relokasi melalui Praha memiliki opsi penginapan darurat jika penerbangan keluar dijadwal ulang.
Menurut hukum ketenagakerjaan Ceko, suara kesiapan mogok mengharuskan serikat pekerja memberikan kesempatan terakhir kepada pengusaha untuk memenuhi tuntutan sebelum benar-benar melakukan mogok—biasanya dengan pemberitahuan 24 jam. Bagi manajer mobilitas global yang mengatur relokasi musim panas dan perjalanan penugasan melalui Praha, situasi ini perlu diwaspadai. Mogok penuh dapat mengganggu proses check-in, pemeriksaan keamanan, dan penanganan bagasi—fungsi penting untuk jadwal perjalanan bisnis yang ketat.
Perusahaan disarankan untuk:
• Memantau pemberitahuan berbahasa Inggris dari bandara.
• Menganjurkan para pelancong tiba minimal dua jam lebih awal untuk penerbangan dalam Schengen dan tiga jam untuk penerbangan non-Schengen.
• Menyediakan opsi tiket fleksibel untuk mengantisipasi aksi mogok mendadak.
Sengketa ini berpusat pada kenaikan gaji yang disesuaikan dengan inflasi, tingkat staf selama musim puncak musim panas, dan outsourcing beberapa layanan di area landasan. Operator bandara Letiště Praha, perusahaan milik negara, mencatat pemulihan pasca-pandemi dengan 14 juta penumpang pada 2025 dan memperkirakan melampaui 16 juta tahun ini—jumlah yang menurut serikat pekerja tidak tercermin dalam tawaran upah saat ini.
Meski mogok belum terjadi, peristiwa ini menyoroti meningkatnya aksi buruh di sektor penerbangan Eropa. Manajer HR dan perjalanan disarankan memasukkan klausul aksi buruh dalam kebijakan perjalanan dan memastikan ekspatriat yang relokasi melalui Praha memiliki opsi penginapan darurat jika penerbangan keluar dijadwal ulang.