
Yang Mulia Sheikh Mansoor bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum meresmikan edisi ke-25 Airport Show di Dubai World Trade Centre pada 12 Oktober, menandai kepercayaan baru terhadap pertumbuhan sektor penerbangan di UAE. Pameran yang diikuti lebih dari 200 pemasok dari 20 negara ini menampilkan replika terminal penumpang berkapasitas 150 juta di Dubai World Central (DWC) serta teknologi yang dirancang untuk membuat bandara lebih tangguh terhadap gangguan. Para eksekutif Dubai Aviation Engineering Projects (DAEP) memastikan bahwa perluasan DWC—dengan anggaran US$35 miliar—masih berjalan sesuai rencana untuk penyelesaian bertahap mulai 2030, yang nantinya akan menggantikan Dubai International sebagai pusat utama emirat tersebut. Fitur desain utama meliputi gerbang kontrol perbatasan biometrik “walk-through”, e-gate khusus untuk visa yang dapat dipindahkan, serta konkor modular yang bisa ditutup atau dibuka kembali sesuai kebutuhan keamanan atau pandemi. Dalam diskusi panel, para pemimpin industri dari IATA, British Aviation Group, dan Bandara Internasional Ras Al Khaimah sepakat bahwa membangun kembali kepercayaan penumpang setelah krisis memerlukan waktu lebih lama dibandingkan pemulihan operasi fisik. Mereka menyerukan agar maskapai, bandara, dan otoritas imigrasi berbagi data secara real-time agar penumpang mendapatkan informasi yang konsisten sepanjang perjalanan. Bagi perencana mobilitas global dan relokasi, proyek DWC menjanjikan konektivitas jarak jauh yang lebih baik, lounge premium tambahan, dan proses imigrasi yang lebih cepat—keunggulan penting bagi perusahaan multinasional yang menjadikan Dubai sebagai kantor regional. Namun, para ahli mengingatkan bahwa situasi keamanan yang tidak stabil di Teluk mengharuskan kapasitas cadangan dan alokasi slot yang fleksibel menjadi bagian dari infrastruktur masa depan. Bersamaan dengan pameran utama, Global Airport Leaders’ Forum dan Women in Aviation Middle East Conference menggelar sesi tentang identitas digital, logistik bahan bakar berkelanjutan, dan keberagaman gender dalam manajemen bandara. Secara keseluruhan, rangkaian acara ini memperkuat ambisi Dubai untuk tetap menjadi pusat utama bagi ekspatriat dan perjalanan bisnis, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi era pasca-DXB.
Sumber: Gulf News