
Kelompok Kerja Antar Departemen yang dipimpin oleh Sekretaris Utama Hong Kong untuk Pengaturan Festival meluncurkan rencana operasional rinci pada 30 Desember 2025 guna menjaga kelancaran pintu masuk darat, laut, dan udara SAR selama akhir pekan panjang 1–4 Januari. Rencana ini memperpanjang jam pemeriksaan penumpang di pos pemeriksaan Lo Wu hingga pukul 02:00 pada Hari Tahun Baru, menambah layanan bus malam ke Pelabuhan Shenzhen Bay, serta memperkuat frekuensi bus “Gold Bus” di Jembatan Hong Kong–Zhuhai–Macao dan bus “Yellow Bus” di Lok Ma Chau.
Operator kereta api akan menambah layanan di Jalur Kereta Timur, sementara perusahaan bus berlisensi diminta menyiapkan kendaraan cadangan. Kuota bus lintas batas sementara ditingkatkan dan otoritas Guangdong menyetujui izin tambahan untuk bus malam guna memperlancar arus lalu lintas. Pengemudi diingatkan bahwa pengaturan jalur darurat dan tanda pesan variabel dapat diaktifkan jika terjadi antrean panjang di Lok Ma Chau atau Shenzhen Bay.
Informasi waktu nyata disalurkan melalui platform “Easy Boundary” milik Biro Keamanan, aplikasi HKeMobility, dan siaran CCTV langsung agar pelancong dan manajer logistik dapat memilih rute dengan kemacetan paling sedikit. Pusat Koordinasi Transportasi Darurat Departemen Transportasi akan beroperasi 24 jam sehari, bekerja sama dengan Polisi, Bea Cukai, dan staf MTR di titik kontrol utama.
Bagi manajer mobilitas perusahaan, langkah ini berarti staf yang menuju kantor di daratan utama pada hari kerja pertama 2026 harus merencanakan kemungkinan kemacetan pagi hari, mendaftarkan tanggungan muda untuk penggunaan e-Channel (batas usia kini tujuh tahun), dan mengingatkan pengemudi bahwa mobil pribadi mungkin menghadapi waktu tunggu lebih lama jika jalur prioritas dialokasikan untuk transportasi umum. Pendekatan proaktif ini mencerminkan seberapa cepat arus lintas batas pulih: pergerakan harian kini secara rutin melebihi satu juta, jauh di atas tingkat sebelum pandemi.
Operator kereta api akan menambah layanan di Jalur Kereta Timur, sementara perusahaan bus berlisensi diminta menyiapkan kendaraan cadangan. Kuota bus lintas batas sementara ditingkatkan dan otoritas Guangdong menyetujui izin tambahan untuk bus malam guna memperlancar arus lalu lintas. Pengemudi diingatkan bahwa pengaturan jalur darurat dan tanda pesan variabel dapat diaktifkan jika terjadi antrean panjang di Lok Ma Chau atau Shenzhen Bay.
Informasi waktu nyata disalurkan melalui platform “Easy Boundary” milik Biro Keamanan, aplikasi HKeMobility, dan siaran CCTV langsung agar pelancong dan manajer logistik dapat memilih rute dengan kemacetan paling sedikit. Pusat Koordinasi Transportasi Darurat Departemen Transportasi akan beroperasi 24 jam sehari, bekerja sama dengan Polisi, Bea Cukai, dan staf MTR di titik kontrol utama.
Bagi manajer mobilitas perusahaan, langkah ini berarti staf yang menuju kantor di daratan utama pada hari kerja pertama 2026 harus merencanakan kemungkinan kemacetan pagi hari, mendaftarkan tanggungan muda untuk penggunaan e-Channel (batas usia kini tujuh tahun), dan mengingatkan pengemudi bahwa mobil pribadi mungkin menghadapi waktu tunggu lebih lama jika jalur prioritas dialokasikan untuk transportasi umum. Pendekatan proaktif ini mencerminkan seberapa cepat arus lintas batas pulih: pergerakan harian kini secara rutin melebihi satu juta, jauh di atas tingkat sebelum pandemi.
Sumber: GovHK Press Release