
Sebuah petisi akar rumput yang diajukan pada 1 Januari 2026 melalui layanan e-petisi Parlemen Inggris menyerukan pemerintah untuk “membatalkan semua perubahan kebijakan imigrasi dan visa yang diberlakukan pada 01/07/25”. Reformasi tersebut menghapus puluhan pekerjaan dengan keterampilan menengah dari daftar Pekerja Terampil, menaikkan ambang gaji, dan mewajibkan bahwa posisi yang disponsori harus setara dengan tingkat lulusan perguruan tinggi.
Penggagas petisi, David Kasim, berpendapat bahwa aturan yang diperketat ini “terlalu memberatkan bagi para pekerja keras pemegang visa yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Inggris”. Pada pertengahan sore hari, petisi ini telah mengumpulkan lebih dari 1.500 tanda tangan; dibutuhkan 10.000 tanda tangan untuk memicu respons resmi pemerintah dan 100.000 untuk dipertimbangkan dalam debat parlemen. Batas waktu pengumpulan tanda tangan adalah 17 Maret 2026.
Meskipun e-petisi jarang membatalkan undang-undang secara langsung, mereka berfungsi sebagai indikator sentimen publik dan dapat memaksa para menteri untuk menjelaskan dampak kebijakan tersebut. Para pemimpin di bidang mobilitas dan perekrutan bakat disarankan untuk memantau perkembangan ini: jumlah tanda tangan yang besar bisa memicu tinjauan ulang dari Kementerian Dalam Negeri, yang menambah ketidakpastian dalam perencanaan tenaga kerja.
Secara praktis, perusahaan yang bergantung pada posisi yang dihapus dari daftar kelayakan (misalnya, pengawas transportasi dan perawat gigi) sebaiknya terus mencari alternatif visa seperti jalur Scale-up atau keturunan, atau mempertimbangkan untuk memindahkan pekerjaan ke luar negeri. Sementara itu, para pekerja yang khawatir dengan penutupan jalur visa akan mengharapkan komunikasi yang jelas dari HR mengenai opsi sponsor.
Jika petisi ini mencapai tahap debat, kemungkinan besar akan bertepatan dengan pembaruan musim semi dari Migration Advisory Committee tentang pekerjaan yang kekurangan tenaga, menjadi titik fokus lobi dari kelompok bisnis maupun anggota parlemen yang skeptis terhadap imigrasi.
Penggagas petisi, David Kasim, berpendapat bahwa aturan yang diperketat ini “terlalu memberatkan bagi para pekerja keras pemegang visa yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Inggris”. Pada pertengahan sore hari, petisi ini telah mengumpulkan lebih dari 1.500 tanda tangan; dibutuhkan 10.000 tanda tangan untuk memicu respons resmi pemerintah dan 100.000 untuk dipertimbangkan dalam debat parlemen. Batas waktu pengumpulan tanda tangan adalah 17 Maret 2026.
Meskipun e-petisi jarang membatalkan undang-undang secara langsung, mereka berfungsi sebagai indikator sentimen publik dan dapat memaksa para menteri untuk menjelaskan dampak kebijakan tersebut. Para pemimpin di bidang mobilitas dan perekrutan bakat disarankan untuk memantau perkembangan ini: jumlah tanda tangan yang besar bisa memicu tinjauan ulang dari Kementerian Dalam Negeri, yang menambah ketidakpastian dalam perencanaan tenaga kerja.
Secara praktis, perusahaan yang bergantung pada posisi yang dihapus dari daftar kelayakan (misalnya, pengawas transportasi dan perawat gigi) sebaiknya terus mencari alternatif visa seperti jalur Scale-up atau keturunan, atau mempertimbangkan untuk memindahkan pekerjaan ke luar negeri. Sementara itu, para pekerja yang khawatir dengan penutupan jalur visa akan mengharapkan komunikasi yang jelas dari HR mengenai opsi sponsor.
Jika petisi ini mencapai tahap debat, kemungkinan besar akan bertepatan dengan pembaruan musim semi dari Migration Advisory Committee tentang pekerjaan yang kekurangan tenaga, menjadi titik fokus lobi dari kelompok bisnis maupun anggota parlemen yang skeptis terhadap imigrasi.
Sumber: UK Parliament Petitions
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Inggris.Lebih Banyak Dari Inggris
Lihat semua
Pekerjaan rekayasa rel kereta, pembatalan Eurostar, dan penerbangan balik di Heathrow sebabkan masalah perjalanan Tahun Baru
Kedatangan Perahu Kecil Capai 41.000 pada 2025, Tekanan Meningkat pada Strategi Migrasi Partai Buruh