
Pengusaha dan warga negara asing yang mengandalkan layanan pemrosesan premium dari U.S. Citizenship and Immigration Services (USCIS) harus bersiap menghadapi biaya yang lebih tinggi. Dalam Aturan Final yang diterbitkan di Federal Register pada 12 Januari 2026, Departemen Keamanan Dalam Negeri mengonfirmasi bahwa biaya pemrosesan premium akan disesuaikan dengan inflasi yang terjadi antara Juni 2023 hingga Juni 2025. Biaya baru ini mulai berlaku pada 1 Maret 2026 dan berlaku untuk semua pengajuan yang cap posnya tanggal tersebut atau setelahnya.
Menurut aturan ini, biaya untuk sebagian besar klasifikasi non-imigran Form I-129 (termasuk H-1B, L-1, O-1, P-1, dan TN) serta petisi pekerja imigran Form I-140 akan naik dari US$2.805 menjadi US$2.965. Petisi musiman H-2B dan R-1 akan meningkat dari US$1.685 menjadi US$1.780, sementara pemrosesan premium visa E juga naik menjadi US$2.965. Mahasiswa juga akan merasakan perubahan ini: biaya pemrosesan premium untuk permohonan otorisasi kerja F-1 STEM-OPT dan petisi perubahan status naik dari US$1.685 menjadi US$1.780.
Meskipun persentase kenaikannya relatif kecil dibandingkan dengan perubahan biaya besar pada 2024, jumlah kenaikan dalam dolar cukup signifikan, terutama bagi pengaju dalam jumlah besar di sektor teknologi, konsultasi, dan kesehatan. Pengusaha yang sering meng-upgrade kasus ke pemrosesan premium—biasanya untuk memenuhi tenggat proyek, tanggal mulai kerja, atau rencana perjalanan—disarankan meninjau kembali anggaran dan menentukan petisi mana yang benar-benar membutuhkan proses cepat selama 15 hari kalender.
Universitas dan penasihat mahasiswa internasional menyarankan para lulusan yang akan datang untuk mengajukan permohonan otorisasi kerja STEM OPT atau perlindungan "cap-gap" H-1B lebih awal, karena biaya premium yang lebih tinggi akan bertepatan dengan musim pendaftaran H-1B pada Maret 2026. Konsultan imigrasi juga merekomendasikan menyiapkan waktu tambahan lima hingga enam minggu dalam jadwal onboarding karyawan baru jika organisasi memilih pemrosesan standar untuk menghemat biaya.
Bagi manajer mobilitas global, pesan utamanya jelas: perbarui proyeksi biaya, sesuaikan tunjangan relokasi jika pemrosesan premium sangat penting, dan komunikasikan harga baru ini kepada pemangku kepentingan bisnis jauh sebelum 1 Maret. Kegagalan melakukan hal ini bisa menyebabkan penundaan tanggal mulai kerja bagi talenta kunci atau menimbulkan pembengkakan anggaran yang tak terduga. (Sumber: Federal Register; Times of India)
Menurut aturan ini, biaya untuk sebagian besar klasifikasi non-imigran Form I-129 (termasuk H-1B, L-1, O-1, P-1, dan TN) serta petisi pekerja imigran Form I-140 akan naik dari US$2.805 menjadi US$2.965. Petisi musiman H-2B dan R-1 akan meningkat dari US$1.685 menjadi US$1.780, sementara pemrosesan premium visa E juga naik menjadi US$2.965. Mahasiswa juga akan merasakan perubahan ini: biaya pemrosesan premium untuk permohonan otorisasi kerja F-1 STEM-OPT dan petisi perubahan status naik dari US$1.685 menjadi US$1.780.
Meskipun persentase kenaikannya relatif kecil dibandingkan dengan perubahan biaya besar pada 2024, jumlah kenaikan dalam dolar cukup signifikan, terutama bagi pengaju dalam jumlah besar di sektor teknologi, konsultasi, dan kesehatan. Pengusaha yang sering meng-upgrade kasus ke pemrosesan premium—biasanya untuk memenuhi tenggat proyek, tanggal mulai kerja, atau rencana perjalanan—disarankan meninjau kembali anggaran dan menentukan petisi mana yang benar-benar membutuhkan proses cepat selama 15 hari kalender.
Universitas dan penasihat mahasiswa internasional menyarankan para lulusan yang akan datang untuk mengajukan permohonan otorisasi kerja STEM OPT atau perlindungan "cap-gap" H-1B lebih awal, karena biaya premium yang lebih tinggi akan bertepatan dengan musim pendaftaran H-1B pada Maret 2026. Konsultan imigrasi juga merekomendasikan menyiapkan waktu tambahan lima hingga enam minggu dalam jadwal onboarding karyawan baru jika organisasi memilih pemrosesan standar untuk menghemat biaya.
Bagi manajer mobilitas global, pesan utamanya jelas: perbarui proyeksi biaya, sesuaikan tunjangan relokasi jika pemrosesan premium sangat penting, dan komunikasikan harga baru ini kepada pemangku kepentingan bisnis jauh sebelum 1 Maret. Kegagalan melakukan hal ini bisa menyebabkan penundaan tanggal mulai kerja bagi talenta kunci atau menimbulkan pembengkakan anggaran yang tak terduga. (Sumber: Federal Register; Times of India)