
Hong Kong Airlines resmi memasuki pasar Melbourne dengan mengoperasikan Airbus A330 tiga kali seminggu setelah peluncuran awal pada akhir Desember. Maskapai ini menjadi maskapai ke-41 di ibu kota Victoria dan operator kedua berbasis Hong Kong yang melayani beberapa kota di Australia, bersama Cathay Pacific.
Rute baru ini mengikuti perluasan hak lalu lintas udara bilateral yang disepakati tahun lalu antara Hong Kong dan Australia. Kepala Aviasi Bandara Melbourne, Jim Parashos, memperkirakan layanan ini akan menyuntikkan “jutaaan dolar” ke dalam ekonomi lokal dan menyediakan kapasitas kargo perut pesawat untuk barang bernilai tinggi seperti hasil laut segar dan komponen elektronik.
Bagi perusahaan Hong Kong, penerbangan ini menawarkan tambahan kursi selama musim pameran dagang Maret–April dan memberikan alternatif rute jika Sydney atau Brisbane mengalami gangguan cuaca. Pembeli tiket melaporkan tarif pulang-pergi pengenalan mulai dari HK$4.200 di kelas ekonomi—20% lebih murah dari pemimpin pasar—membantu menahan inflasi harga tiket di koridor Hong Kong–Australia.
Peluncuran di Melbourne ini menandai rangkaian pengumuman destinasi baru oleh Grup Cathay, yang menargetkan mencapai 100 pelabuhan penumpang di seluruh dunia tahun ini. Kompetitor Qantas kemungkinan akan merespons dengan meningkatkan kapasitas pesawat pada penerbangan Hong Kong yang sudah ada, menandakan perlombaan kapasitas yang berkelanjutan yang menguntungkan penumpang dengan frekuensi lebih banyak dan persaingan harga.
Rute baru ini mengikuti perluasan hak lalu lintas udara bilateral yang disepakati tahun lalu antara Hong Kong dan Australia. Kepala Aviasi Bandara Melbourne, Jim Parashos, memperkirakan layanan ini akan menyuntikkan “jutaaan dolar” ke dalam ekonomi lokal dan menyediakan kapasitas kargo perut pesawat untuk barang bernilai tinggi seperti hasil laut segar dan komponen elektronik.
Bagi perusahaan Hong Kong, penerbangan ini menawarkan tambahan kursi selama musim pameran dagang Maret–April dan memberikan alternatif rute jika Sydney atau Brisbane mengalami gangguan cuaca. Pembeli tiket melaporkan tarif pulang-pergi pengenalan mulai dari HK$4.200 di kelas ekonomi—20% lebih murah dari pemimpin pasar—membantu menahan inflasi harga tiket di koridor Hong Kong–Australia.
Peluncuran di Melbourne ini menandai rangkaian pengumuman destinasi baru oleh Grup Cathay, yang menargetkan mencapai 100 pelabuhan penumpang di seluruh dunia tahun ini. Kompetitor Qantas kemungkinan akan merespons dengan meningkatkan kapasitas pesawat pada penerbangan Hong Kong yang sudah ada, menandakan perlombaan kapasitas yang berkelanjutan yang menguntungkan penumpang dengan frekuensi lebih banyak dan persaingan harga.
Sumber: Focus on Travel News