
Ryanair mengeluarkan “peringatan mendesak” pada 26 Januari untuk penumpang yang akan bepergian pada Rabu, 28 Januari 2026: situs web dan aplikasi selulernya akan offline untuk pemeliharaan terjadwal antara pukul 01:00 hingga 01:30 GMT. Selama 30 menit tersebut, check-in online, pemesanan baru, perubahan penerbangan, dan koreksi nama tidak akan bisa dilakukan.
Meskipun maskapai asal Irlandia ini menyebut gangguan ini sebagai rutinitas, waktu pelaksanaannya bisa merepotkan penumpang dari wilayah London yang terbang pada gelombang pagi pertama dari Stansted, Luton, Gatwick, dan bandara regional di Inggris. Penumpang yang gagal melakukan check-in online sebelumnya berisiko dikenakan biaya check-in di bandara hingga £55—biaya yang seringkali tidak diganti oleh kebijakan perjalanan perusahaan.
Ryanair menyarankan semua penumpang yang berangkat pada 28 Januari untuk menyelesaikan check-in online sebelum pukul 23:59 tanggal 27 Januari atau menunggu hingga sistem kembali aktif setelah pukul 01:30. Administrator program perjalanan diharapkan menyebarkan pemberitahuan ini kepada karyawan, magang, dan kelompok pegawai lain yang mungkin melewatkan email maskapai yang dikirim di luar jam kerja.
Maskapai menambahkan bahwa penerbangan akan berjalan sesuai jadwal dan meja check-in di bandara tetap buka, namun waktu proses bisa lebih lama jika banyak penumpang datang tanpa boarding pass. Perusahaan dengan teknisi lapangan dan konsultan yang berangkat pagi hari disarankan untuk menyediakan boarding pass cetak atau menginstruksikan penumpang menyimpan boarding pass digital di dompet elektronik sebelum gangguan terjadi.
Kejadian ini mengingatkan bahwa margin operasional yang ketat pada maskapai berbiaya rendah dapat memperparah dampak gangguan IT singkat, dengan biaya tambahan bagi penumpang yang melewatkan batas waktu layanan mandiri.
Meskipun maskapai asal Irlandia ini menyebut gangguan ini sebagai rutinitas, waktu pelaksanaannya bisa merepotkan penumpang dari wilayah London yang terbang pada gelombang pagi pertama dari Stansted, Luton, Gatwick, dan bandara regional di Inggris. Penumpang yang gagal melakukan check-in online sebelumnya berisiko dikenakan biaya check-in di bandara hingga £55—biaya yang seringkali tidak diganti oleh kebijakan perjalanan perusahaan.
Ryanair menyarankan semua penumpang yang berangkat pada 28 Januari untuk menyelesaikan check-in online sebelum pukul 23:59 tanggal 27 Januari atau menunggu hingga sistem kembali aktif setelah pukul 01:30. Administrator program perjalanan diharapkan menyebarkan pemberitahuan ini kepada karyawan, magang, dan kelompok pegawai lain yang mungkin melewatkan email maskapai yang dikirim di luar jam kerja.
Maskapai menambahkan bahwa penerbangan akan berjalan sesuai jadwal dan meja check-in di bandara tetap buka, namun waktu proses bisa lebih lama jika banyak penumpang datang tanpa boarding pass. Perusahaan dengan teknisi lapangan dan konsultan yang berangkat pagi hari disarankan untuk menyediakan boarding pass cetak atau menginstruksikan penumpang menyimpan boarding pass digital di dompet elektronik sebelum gangguan terjadi.
Kejadian ini mengingatkan bahwa margin operasional yang ketat pada maskapai berbiaya rendah dapat memperparah dampak gangguan IT singkat, dengan biaya tambahan bagi penumpang yang melewatkan batas waktu layanan mandiri.
Sumber: The Sun (Travel section)
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Inggris.Lebih Banyak Dari Inggris
Lihat semua
Gangguan titik menyebabkan terganggunya jalur kereta ke Heathrow, memicu keterlambatan penerbangan malam bagi para penumpang.
Wizz Air Ajukan Permohonan ke Regulator AS untuk Luncurkan Penerbangan Murah UK–AS