
Grup Cathay memulai perayaan ulang tahunnya yang ke-80 dengan angka lalu lintas penumpang yang menggembirakan. Berdasarkan data yang dirilis pada 22 Januari 2026, Cathay Pacific dan anak perusahaannya yang berbiaya rendah, HK Express, mengangkut lebih dari 36 juta penumpang pada tahun 2025—naik 27 persen dibanding tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak masa sebelum pandemi. Grup ini bahkan dua kali memecahkan rekor penumpang harian selama puncak Natal–Tahun Baru, dengan melayani 125.000 pelanggan pada 27 Desember dan 126.000 pada 3 Januari.
Lonjakan ini didorong oleh peningkatan kapasitas kursi-kilometer sebesar 25 persen, seiring pesawat yang sebelumnya grounded kembali dioperasikan dan masuknya Airbus A321neo baru ke armada HK Express. Permintaan perjalanan jarak jauh untuk korporasi juga bangkit tajam: rute ke Amerika Utara mencapai 84 persen dari kapasitas tahun 2019, sementara Eropa mencapai 92 persen. Rute regional untuk wisata ke Thailand, Jepang, dan Asia Timur Laut memimpin tingkat keterisian, rata-rata 87 persen pada kuartal keempat.
Kargo juga menunjukkan kebangkitan, dengan Cathay Cargo mengangkut 1,6 juta ton—naik sembilan persen—didukung oleh produk segar dan logistik khusus di bawah merek ‘Cathay Fresh’ yang memanfaatkan peran Hong Kong sebagai pusat transshipment regional. Chief Customer and Commercial Officer, Lavinia Lau, menyatakan maskapai akan “mengembalikan jaringan penuh” pada kuartal ketiga 2026 dan merekrut 5.000 staf kabin, kokpit, dan darat tambahan untuk mendukung pertumbuhan.
Bagi tim mobilitas global, angka ini menandakan ketersediaan kursi yang lebih baik untuk perpindahan karyawan dan perjalanan proyek, khususnya antara Hong Kong dan kota-kota utama di AS dan Eropa. Namun, manajer perjalanan harus mengantisipasi fluktuasi tarif karena Cathay mempercepat pemulihan biaya bahan bakar dan menambah kabin premium-ekonomi di A350 yang direnovasi untuk menarik trafik usaha kecil dan menengah.
Maskapai ini juga menegaskan komitmennya terhadap ‘sistem tiga landasan pacu’ Hong Kong, dengan landasan ketiga yang sepenuhnya beroperasi diperkirakan akan membuka hingga 120 pergerakan pesawat per jam pada akhir 2026. Bersama dengan perluasan kereta cepat dan pelonggaran skema visa talenta, analis penerbangan memperkirakan Hong Kong akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai gerbang utama bagi kantor pusat multinasional dan penugasan regional.
Lonjakan ini didorong oleh peningkatan kapasitas kursi-kilometer sebesar 25 persen, seiring pesawat yang sebelumnya grounded kembali dioperasikan dan masuknya Airbus A321neo baru ke armada HK Express. Permintaan perjalanan jarak jauh untuk korporasi juga bangkit tajam: rute ke Amerika Utara mencapai 84 persen dari kapasitas tahun 2019, sementara Eropa mencapai 92 persen. Rute regional untuk wisata ke Thailand, Jepang, dan Asia Timur Laut memimpin tingkat keterisian, rata-rata 87 persen pada kuartal keempat.
Kargo juga menunjukkan kebangkitan, dengan Cathay Cargo mengangkut 1,6 juta ton—naik sembilan persen—didukung oleh produk segar dan logistik khusus di bawah merek ‘Cathay Fresh’ yang memanfaatkan peran Hong Kong sebagai pusat transshipment regional. Chief Customer and Commercial Officer, Lavinia Lau, menyatakan maskapai akan “mengembalikan jaringan penuh” pada kuartal ketiga 2026 dan merekrut 5.000 staf kabin, kokpit, dan darat tambahan untuk mendukung pertumbuhan.
Bagi tim mobilitas global, angka ini menandakan ketersediaan kursi yang lebih baik untuk perpindahan karyawan dan perjalanan proyek, khususnya antara Hong Kong dan kota-kota utama di AS dan Eropa. Namun, manajer perjalanan harus mengantisipasi fluktuasi tarif karena Cathay mempercepat pemulihan biaya bahan bakar dan menambah kabin premium-ekonomi di A350 yang direnovasi untuk menarik trafik usaha kecil dan menengah.
Maskapai ini juga menegaskan komitmennya terhadap ‘sistem tiga landasan pacu’ Hong Kong, dengan landasan ketiga yang sepenuhnya beroperasi diperkirakan akan membuka hingga 120 pergerakan pesawat per jam pada akhir 2026. Bersama dengan perluasan kereta cepat dan pelonggaran skema visa talenta, analis penerbangan memperkirakan Hong Kong akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai gerbang utama bagi kantor pusat multinasional dan penugasan regional.
Sumber: ETTravelWorld