1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Amerika Serikat
  4. /
  5. Kedutaan Besar AS di Timur Tengah Tutup karena Kekhawatiran Keamanan, Pembatalan Janji Visa

Kedutaan Besar AS di Timur Tengah Tutup karena Kekhawatiran Keamanan, Pembatalan Janji Visa

Mar 13, 2026
·
Kedutaan Besar AS di Timur Tengah Tutup karena Kekhawatiran Keamanan, Pembatalan Janji Visa
Ketegangan yang meningkat di kawasan memaksa Departemen Luar Negeri AS (DOS) menutup beberapa kedutaan dan kantor konsuler di Timur Tengah serta membatalkan ribuan janji temu visa imigran dan non-imigran tanpa pemberitahuan sebelumnya. Peringatan Global Imigrasi Ernst & Young tertanggal 12 Maret 2026 menjelaskan bahwa kantor di Bahrain, Israel, Irak, dan Lebanon beroperasi hanya untuk keadaan darurat atau sepenuhnya ditutup, sementara misi di Siprus, Qatar, dan Uni Emirat Arab beroperasi dengan staf minimal di bawah perintah tinggal di tempat. Beberapa kantor lain, termasuk Yordania dan Oman, secara teknis masih buka namun memperingatkan kemungkinan penutupan lebih lanjut tanpa pemberitahuan. Penutupan ini terjadi kurang dari dua minggu setelah DOS mengeluarkan peringatan keamanan Worldwide Caution pada 28 Februari menyusul eskalasi tajam konflik regional. Bagian konsuler melaporkan evakuasi staf, pembatasan pergerakan, dan gangguan ruang udara yang membuat proses visa rutin menjadi tidak mungkin. Krisis ini sudah mengganggu perjalanan bisnis, penugasan ekspatriat, dan pelaksanaan proyek bagi perusahaan AS yang bergantung pada pusat bakat regional seperti Dubai, Doha, dan Manama. Perusahaan dengan staf yang terjebak di luar negeri kini harus mempertimbangkan rencana darurat seperti pengaturan kerja jarak jauh, penundaan tanggal mulai kerja, atau relokasi ke kantor di negara ketiga saat kapasitas tersedia. Penutupan ini juga berdampak pada warga AS. DOS telah merilis formulir krisis dan hotline 24 jam (+1 202-501-4444) bagi warga yang mencari penerbangan evakuasi dari Teluk dan Levant. Maskapai mulai menghapus biaya perubahan tiket, namun ketersediaan kursi semakin terbatas karena prioritas diberikan pada penerbangan militer. Pengacara imigrasi memperingatkan bahwa saat kedutaan dibuka kembali, antrean akan sangat panjang: jadwal wawancara sudah penuh hingga akhir musim panas sebelum pembatalan minggu ini. Perusahaan disarankan untuk: 1) mendata semua warga asing yang berbasis di Timur Tengah dengan aplikasi yang tertunda, 2) menginformasikan opsi asuransi larangan perjalanan, dan 3) memantau media sosial masing-masing kantor daripada hanya mengandalkan situs pusat DOS, karena status operasional berbeda-beda. Perusahaan multinasional dengan volume mobilitas tinggi di Timur Tengah mungkin ingin mengalihkan pengajuan sementara ke kantor dengan kapasitas besar seperti Madrid atau Singapura saat pembatasan pemrosesan di negara ketiga memungkinkan. Dalam jangka panjang, kejadian ini kemungkinan akan memicu kembali perdebatan di Washington tentang perlunya staf tambahan dan kemampuan adjudikasi jarak jauh di operasi konsuler AS selama krisis geopolitik. Sampai saat itu, manajer mobilitas harus bersiap menghadapi ketidakpastian berkepanjangan dan membangun fleksibilitas dalam proyeksi tanggal mulai kerja setidaknya hingga kuartal ketiga 2026.
Sumber: Ernst & Young Global Immigration alert

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Amerika Serikat.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×