
Para peneliti memperhatikan pada 10 Maret bahwa USCIS H-1B Employer Data Hub—yang diluncurkan pada 2019 untuk menunjukkan perusahaan mana yang mensponsori pekerja H-1B—telah kehilangan alat pencarian, peta interaktif, dan dataset yang dapat diunduh untuk tahun fiskal 2024-2026. Financial Express mengonfirmasi gangguan ini pada awal 12 Maret setelah mencoba memverifikasi tren perekrutan perusahaan teknologi berbasis di Texas. Data Hub ini menjadi sangat penting bagi departemen kepatuhan, jurnalis, dan pembuat kebijakan yang memantau tingkat persetujuan dan penolakan, konsentrasi geografis, serta potensi penipuan. Hilangnya Data Hub terjadi pada saat yang sensitif: jendela pendaftaran H-1B berbobot upah untuk tahun fiskal 2027 dibuka pada 4 Maret dan akan ditutup pada 19 Maret. Para pemberi kerja sedang berusaha keras memodelkan peluang seleksi di bawah aturan baru yang memberikan bobot lebih besar pada tingkat upah yang lebih tinggi; ketiadaan data historis menghambat proyeksi tersebut. Juru bicara USCIS kepada Dallas Express menyatakan bahwa “kesulitan teknis” menjadi penyebabnya dan para insinyur “sedang aktif bekerja untuk mengembalikan layanan normal.” Namun, tidak ada jadwal pemulihan yang diberikan. Pengacara imigrasi mencatat bahwa lembaga-lembaga secara hukum diwajibkan oleh Open Government Act untuk menjaga dataset publik tersebut tetap terbaru; gangguan yang berkepanjangan bisa memicu litigasi FOIA. Bagi tim mobilitas global, gangguan ini menimbulkan risiko kepatuhan praktis. Data Hub sering digunakan untuk membandingkan tingkat persetujuan H-1B pemberi kerja dengan norma industri dan untuk memeriksa vendor penempatan pihak ketiga. Tanpa Data Hub, perusahaan mungkin harus membeli dataset pribadi atau mengandalkan informasi anekdotal saat memutuskan apakah akan mendaftarkan kandidat borderline di bawah struktur biaya baru yang lebih mahal (US $100.000). Langkah tindakan: 1) kumpulkan data persetujuan/penolakan internal untuk tahun-tahun sebelumnya; 2) sesuaikan volume pendaftaran FY 2027 dengan asumsi tingkat seleksi yang konservatif; dan 3) pantau akun Twitter USCIS dan Federal Register untuk pembaruan status. Jika Data Hub tidak pulih sebelum undian ditutup, diperkirakan akan ada sidang pengawasan kongres terkait ketahanan TI USCIS.