
Maskapai penerbangan nasional China, Air China, memilih Brussels sebagai tujuan ekspansi terbarunya di Eropa dengan meluncurkan layanan langsung dari Beijing dan Chengdu pada minggu pertama jadwal musim panas–musim gugur 2026. Pengumuman yang dibuat pada 29 Maret 2026 ini merupakan bagian dari peningkatan besar-besaran yang akan membuat maskapai China mengoperasikan lebih dari 21.000 penerbangan internasional per minggu musim ini, naik 1,8% dibanding tahun sebelumnya.
Bagi Belgia, dua rute baru ini mengembalikan konektivitas langsung dengan dua kota metropolitan China yang berkembang pesat dan hadir tepat waktu menjelang dimulainya Tahun Pariwisata Uni Eropa–China pada Oktober. Komunitas kargo Bandara Brussels juga mengantisipasi peningkatan volume pengiriman untuk e-commerce, farmasi, dan barang mudah rusak, mengingat Chengdu merupakan pusat logistik penting di wilayah barat China.
Manajer mobilitas korporat menyambut baik waktu perjalanan pintu ke pintu yang lebih singkat bagi eksekutif Belgia yang menuju koridor teknologi barat daya China, sementara spesialis relokasi memperkirakan minat baru dari investor China yang menjajaki pasar tunggal Benelux. Penerbangan ini melengkapi layanan Shanghai–Brussels yang sudah ada dari Hainan Airlines dan diperkirakan akan menambah kapasitas kursi di jalur Beijing–Uni Eropa sebesar 15%.
Tarif pengenalan mulai dari €620 pulang-pergi di kelas ekonomi, dengan lima rotasi mingguan di setiap rute menggunakan pesawat Airbus A350 yang dikonfigurasi untuk 33 kursi kelas bisnis dan 283 kursi kelas ekonomi. Langkah ini menegaskan kebangkitan lalu lintas jarak jauh di Bandara Brussels, yang jumlah penumpangnya pada 2025 masih 9% di bawah level sebelum pandemi.
Operator bandara, Brussels Airport Company, menyatakan sedang dalam negosiasi untuk meluncurkan lima rute jarak jauh tambahan, sebagian didorong oleh sistem Entry/Exit Uni Eropa yang baru yang akan mulai berlaku April 2026, yang akan mempermudah pemeriksaan biometrik bagi pelancong non-Uni Eropa.
Agen perjalanan menyarankan klien korporat untuk memesan lebih awal karena permintaan outbound dari China biasanya memuncak sekitar Hari Buruh (1 Mei) dan Pekan Emas (1 Oktober).
Bagi Belgia, dua rute baru ini mengembalikan konektivitas langsung dengan dua kota metropolitan China yang berkembang pesat dan hadir tepat waktu menjelang dimulainya Tahun Pariwisata Uni Eropa–China pada Oktober. Komunitas kargo Bandara Brussels juga mengantisipasi peningkatan volume pengiriman untuk e-commerce, farmasi, dan barang mudah rusak, mengingat Chengdu merupakan pusat logistik penting di wilayah barat China.
Manajer mobilitas korporat menyambut baik waktu perjalanan pintu ke pintu yang lebih singkat bagi eksekutif Belgia yang menuju koridor teknologi barat daya China, sementara spesialis relokasi memperkirakan minat baru dari investor China yang menjajaki pasar tunggal Benelux. Penerbangan ini melengkapi layanan Shanghai–Brussels yang sudah ada dari Hainan Airlines dan diperkirakan akan menambah kapasitas kursi di jalur Beijing–Uni Eropa sebesar 15%.
Tarif pengenalan mulai dari €620 pulang-pergi di kelas ekonomi, dengan lima rotasi mingguan di setiap rute menggunakan pesawat Airbus A350 yang dikonfigurasi untuk 33 kursi kelas bisnis dan 283 kursi kelas ekonomi. Langkah ini menegaskan kebangkitan lalu lintas jarak jauh di Bandara Brussels, yang jumlah penumpangnya pada 2025 masih 9% di bawah level sebelum pandemi.
Operator bandara, Brussels Airport Company, menyatakan sedang dalam negosiasi untuk meluncurkan lima rute jarak jauh tambahan, sebagian didorong oleh sistem Entry/Exit Uni Eropa yang baru yang akan mulai berlaku April 2026, yang akan mempermudah pemeriksaan biometrik bagi pelancong non-Uni Eropa.
Agen perjalanan menyarankan klien korporat untuk memesan lebih awal karena permintaan outbound dari China biasanya memuncak sekitar Hari Buruh (1 Mei) dan Pekan Emas (1 Oktober).
Sumber: Global Times