
Data yang dirilis oleh Kantor Pelabuhan Shenzhen menunjukkan bahwa selama libur 1–5 Mei, sebanyak 4,3015 juta penumpang menyeberang perbatasan darat antara Shenzhen dan Hong Kong, dengan puncak harian melebihi 1 juta pada 2 Mei. Lonjakan ini menegaskan integrasi cepat jaringan transportasi dan sistem bea cukai di Kawasan Teluk Besar. Kereta api menjadi bintang utama: layanan kereta cepat Guang-Shen-Gang menambah 13 pasang kereta ekstra setiap hari, memperpendek waktu perjalanan West Kowloon–Futian menjadi 14 menit. Pos pemeriksaan West Kowloon saja memproses 13,78 juta penumpang pada 3 Mei—rekor stasiun. Di sisi jalan, pos pemeriksaan Huanggang 24 jam menangani 42.000 kendaraan, termasuk peningkatan tajam mobil pribadi lintas batas dan bus sekolah. Pejabat menyebut kelancaran arus ini berkat perluasan gerbang elektronik yang mengurangi waktu pemeriksaan rata-rata menjadi 10 detik serta manajemen jalur real-time yang membuka loket manual tambahan saat lonjakan. Mulai 1 Mei, Shenzhen Bay juga meluncurkan jalur cepat biometrik untuk pengemudi terdaftar, memungkinkan perjalanan tanpa kertas dengan pemindaian wajah dan iris. Bagi perusahaan yang beroperasi di kedua sisi perbatasan, data ini mengonfirmasi bahwa komuter harian kini benar-benar praktis. Tim HR yang memindahkan tenaga kerja ke Shenzhen atau Hong Kong dapat menawarkan paket hidup dua kota, sementara penyelenggara acara bisa menjadwalkan kegiatan tanpa perlu hari buffer seperti sebelumnya akibat antrean yang tak terduga. Ke depan, perencana memperkirakan permintaan akan tetap tinggi seiring Hong Kong menghapus pembatasan properti dan Shenzhen meluncurkan insentif pajak untuk spesialis asing. Namun, manajer mobilitas sebaiknya menyarankan pelancong untuk mendaftar program e-Channel lebih awal dan menghindari puncak malam akhir pekan saat lalu lintas keluarga dan konser masih padat.
Sumber: Shenzhen Municipal Port Office