
Finavia, pengelola Bandara Helsinki-Vantaa, menggelar latihan keselamatan terbesar dalam satu dekade pada 26 Mei 2026. Latihan yang diberi kode ‘SAR2026’ ini mensimulasikan kecelakaan pesawat berbadan lebar di landasan utara, melibatkan lebih dari 500 personel dari 14 instansi—termasuk Finnair, maskapai regional Norra, Norwegian, layanan navigasi udara Fintraffic, Bea Cukai, Penjaga Perbatasan, dan Otoritas Investigasi Keselamatan. Skenario ini menguji koordinasi komando dan pengalihan tugas antara pengendali lalu lintas udara, pusat kendali operasi maskapai, dan tim penyelamat darat. Fokus utama diberikan pada rekonsiliasi daftar penumpang, koordinasi triase dengan distrik rumah sakit HUS, serta percepatan proses imigrasi bagi ‘korban’ asing yang memerlukan evakuasi medis lanjutan. Petugas Bea Cukai dan Penjaga Perbatasan berlatih penempatan cepat kios kontrol paspor mobile untuk mengelola penerbangan yang dialihkan. Finavia menyatakan latihan ini mengonfirmasi efektivitas investasi terbaru dalam platform manajemen insiden digital dan template pemberitahuan penumpang multibahasa—manfaat penting bagi meningkatnya jumlah penumpang transit dari Asia dan Amerika Utara. Pelajaran dari latihan ini akan digunakan untuk memperbarui Rencana Darurat Bandara yang akan diajukan ke Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) pada Oktober 2026. Departemen perjalanan korporat diimbau waspada karena latihan besar serupa mungkin dijadwalkan tanpa pemberitahuan luas, yang berpotensi menyebabkan perubahan gerbang atau keterlambatan kecil. Finavia merekomendasikan maskapai dan perusahaan memastikan data Advance Passenger Information (API) akurat, karena kualitas daftar penumpang menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan latihan ini.
Sumber: Finavia