
Kenaikan biaya yang dramatis tidak luput dari perhatian industri pendidikan internasional Australia. Dalam siaran tanggal 3 Juli, SBS Filipino memperingatkan calon pelajar bahwa Australia kini menjadi salah satu tujuan termahal di dunia setelah biaya dasar visa Subclass 500 naik dari A$2.000 menjadi A$2.500—kenaikan 25% yang mengikuti penggandaan biaya visa Temporary Graduate awal tahun ini. Agen migrasi yang diwawancarai SBS mengatakan kenaikan mendadak ini melemahkan kampanye pemasaran yang menargetkan pasar sensitif harga di Asia Tenggara dan Amerika Latin. Universities Australia memperkirakan setiap penurunan 5% dalam jumlah pendaftar menyebabkan kerugian A$1,2 miliar dalam pendapatan ekspor sektor ini. Agen khawatir kenaikan biaya, ditambah aturan kerja pasca-studi yang lebih ketat dan persyaratan bukti dana yang lebih tinggi, bisa mengalihkan minat pelajar ke Kanada atau Inggris, di mana biaya aplikasi masih di bawah A$1.000. Seorang konselor di Manila mengatakan kepada Global Mobility News bahwa keluarga yang berencana mengirim dua saudara ke program magister di Australia kini harus menyiapkan tambahan A$1.000 sebelum memperhitungkan biaya kuliah atau hidup. Bagi manajer mobilitas korporat, implikasinya dua arah. Pertama, perusahaan yang mensponsori magang dan perekrutan lulusan dengan visa pelajar harus menganggarkan biaya awal yang lebih tinggi atau berisiko kehilangan kandidat ke negara pesaing. Kedua, penurunan jumlah pelajar internasional akan mempersempit sumber tenaga kerja paruh waktu yang banyak diandalkan oleh sektor perhotelan, ritel, dan kesehatan, yang berpotensi menaikkan upah. Analis kebijakan mencatat Canberra tampak nyaman menukar volume pelajar yang lebih rendah dengan pelajar bernilai tinggi setelah migrasi bersih luar negeri melonjak pada 2023-24. Pemerintah menegaskan kualitas pelamar—bukan kuantitas—adalah prioritas baru, namun penyedia pendidikan memperingatkan kampus regional dan perguruan tinggi jalur masuk bisa terdampak berat jika pelajar dari pasar berkembang tidak mampu membayar. Beberapa institusi kini melobi skema pengembalian biaya khusus untuk program yang terkait dengan Daftar Keterampilan Kritis Australia. Bisnis yang bergantung pada tenaga kerja pelajar sebaiknya memantau data penerbitan visa selama dua kuartal ke depan; penurunan tajam bisa menjadi sinyal perlunya penyesuaian model perencanaan tenaga kerja lebih cepat.
Sumber: SBS Filipino