
Kejaksaan Italia di Palermo telah memulai penyelidikan resmi terhadap LSM Jerman Sea-Watch setelah publikasi rekaman drone oleh badan perbatasan Uni Eropa, Frontex, pada 23 Juli 2026. Video tersebut diduga menunjukkan Sea-Watch 5 berkoordinasi dengan kapal migran di zona pencarian dan penyelamatan (SAR) Libya sebelum memasuki perairan Italia awal bulan ini. Pihak berwenang sedang meneliti kemungkinan tuduhan “memfasilitasi masuk secara ilegal” berdasarkan Pasal 12 Undang-Undang Imigrasi Italia dan keterlibatan dalam penyelundupan manusia. Ini menjadi pertama kalinya rekaman pengawasan Frontex digunakan untuk memicu proses pidana di Italia. Kejaksaan berpendapat bahwa rekaman tersebut menunjukkan “pertemuan yang sudah diatur sebelumnya” bukan respons terhadap keadaan darurat. Sea-Watch menegaskan bahwa mereka bertindak sesuai dengan Hukum Laut setelah menerima sinyal mayday dari Alarm Phone dan menuduh rekaman Frontex diedit secara selektif. Dari perspektif mobilitas global, kasus ini bisa mengubah aturan kepatuhan bagi LSM dan operator maritim korporat yang berlabuh di pelabuhan Italia. Kapal yang terlibat dalam dukungan kemanusiaan atau proyek lepas pantai harus siap diawasi lebih ketat terhadap log transponder AIS dan catatan komunikasi, sementara visa kru bisa ditahan jika penyelidikan menyebut nama awak kapal tertentu. Perusahaan asuransi memperingatkan risiko politik dan hukum di wilayah SAR Italia mungkin meningkat, yang berpotensi menaikkan premi untuk kapal sewaan yang mendukung proyek energi di Mediterania tengah. Penyelidikan ini juga menghidupkan kembali perdebatan tentang “Dekrit Piantedosi” Januari 2026, yang mewajibkan kapal penyelamat langsung menuju pelabuhan yang ditunjuk setelah penyelamatan pertama, membatasi kemampuan mereka melakukan operasi berulang. Analis hukum mencatat bahwa kasus Sea-Watch bisa menjadi preseden tentang bagaimana bukti dari lembaga tingkat UE diterima di pengadilan nasional. Sea-Watch memiliki waktu 20 hari untuk mengajukan bukti tandingan sebelum dakwaan diajukan. Sementara itu, migran yang baru diselamatkan oleh LSM ini telah dialokasikan ke pelabuhan Brindisi, lebih dari 1.000 km dari lokasi penyelamatan, menggambarkan strategi Italia menyebar kedatangan di seluruh semenanjung.
Sumber: Euronews