
Menteri Dalam Negeri Italia, Matteo Piantedosi, memanfaatkan KTT Migrasi Munich pada 26–27 September untuk mendorong sikap yang lebih tegas di seluruh Uni Eropa terkait migrasi tidak teratur. Dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh Kantor Pers Asing Italia (AISE) pada 28 September, Piantedosi mengajak para menteri dari 18 negara UE untuk mendukung pembentukan pusat pemrosesan dan pemulangan di negara ketiga, meniru kesepakatan bilateral Roma dengan Albania. Menteri tersebut berargumen bahwa prosedur perbatasan yang dipercepat dan fasilitas di luar negeri akan menjadi pencegah bagi penyelundup dan mengurangi tekanan pada negara-negara garis depan Mediterania seperti Italia. Ia juga menuntut aturan yang lebih ketat terhadap kapal penyelamat NGO, dengan alasan beberapa operasi justru ‘mendorong para penyelundup’. Piantedosi menyoroti penerapan awal Italia terhadap Pakta Migrasi dan Suaka UE — yang berlaku sejak 12 Juni — namun menyatakan bahwa negara anggota masih kekurangan “alat yang efektif” untuk melakukan pemulangan cepat terhadap pencari suaka yang gagal. Intervensi ini muncul saat badan-badan UE menyelesaikan peta jalan interoperabilitas sistem TI perbatasan untuk 2027 dan saat Jerman mempertimbangkan mengaktifkan kembali transfer Dublin ke Italia. Para pengamat mencatat bahwa seruan Roma untuk pemrosesan di luar wilayah UE membuat posisinya lebih sejalan dengan Austria dan Denmark, yang berpotensi menimbulkan benturan dengan Jerman dan Spanyol yang masih berhati-hati terhadap pendekatan ekstra-teritorial. Bagi manajer mobilitas global, usulan ini menandakan kemungkinan perubahan jadwal penerbitan visa dan peningkatan pengawasan di perbatasan luar Schengen. Perusahaan yang memindahkan tenaga kerja non-UE ke Italia mungkin menghadapi pemeriksaan kepatuhan pra-keberangkatan yang lebih lama jika prosedur dipercepat mengalihkan sumber daya dari pemrosesan visa reguler. Sebaliknya, mekanisme pemulangan yang lebih jelas bisa meredakan tekanan opini publik yang kadang memicu penutupan perbatasan ad-hoc di dalam wilayah Schengen. Sumber diplomatik mengonfirmasi bahwa Italia menggelar pembicaraan bilateral di sela-sela KTT dengan Irlandia (presiden Dewan UE saat ini), Yunani, Swiss, Inggris, dan Lithuania untuk mencari dukungan bagi ‘model Albania’. Proposal legislatif formal diperkirakan akan muncul pada Dewan Kehakiman dan Urusan Dalam Negeri bulan Desember nanti.