
Lorong-lorong di Javits Center Manhattan kembali ramai saat Business Travel Show America 2026 dibuka pada 14-15 Oktober. Lebih dari 150 peserta pameran—mulai dari startup platform pemesanan hingga TMC legendaris—menawarkan alat-alat yang ditujukan untuk pasar yang telah pulih hingga 96% dari volume tahun 2019, menurut riset BTN. Sesi keynote menyoroti audit pengeluaran berbasis AI generatif, dashboard dampak iklim, dan sistem pembayaran baru yang menjanjikan kemudahan rekonsiliasi bagi tim mobilitas. Delta, American, dan United mengirimkan wakil presiden penjualan, menegaskan dorongan maskapai untuk mengamankan kontrak korporat sebelum volatilitas harga bahan bakar tahun 2027 memengaruhi anggaran. Bagi manajer mobilitas global, acara ini menjadi kesempatan langka untuk membandingkan integrasi duty-of-care antar platform—penting karena perusahaan kesulitan melacak pelancong di tengah perubahan aturan visa dan titik panas geopolitik. Beberapa sesi membahas tenggat waktu REAL ID AS (ditunda hingga Mei 2027) dan cara menangani karyawan dengan ID mobile yang diterbitkan negara bagian. Janji temu pembeli terundang terisi dalam hitungan jam, dan pendaftar terlambat kini harus membayar biaya tinggi sebesar $5.595—menandakan permintaan yang terpendam untuk transaksi tatap muka telah kembali. Penyelenggara menambahkan paviliun “Passport to Procurement” di mana pemasok memamerkan modul manajemen visa end-to-end; ulasan awal dari perusahaan relokasi positif. Kesimpulan: meski biaya perjalanan masih 12% lebih tinggi dari level pra-Covid, peserta pameran menegaskan bahwa berbagi data yang lebih cerdas antara HRIS, OBT, dan penasihat imigrasi dapat mengurangi beban kepatuhan dan mempermudah pengalaman pelancong. Tim mobilitas yang tidak bisa hadir dapat mengunduh materi presentasi minggu depan.
Sumber: Business Travel Show America