
Finnair mengumumkan Sabtu pagi (30 November 2025) bahwa mereka telah menyelesaikan pemasangan patch perangkat lunak darurat pada 12 pesawat keluarga Airbus A320 semalam, kurang dari 24 jam setelah Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) mengeluarkan arahan wajib kelayakan terbang.
Arahan ini dikeluarkan menyusul peringatan global dari Airbus pada Jumat, yang menyebutkan adanya kerentanan pada komputer kontrol penerbangan yang dapat menyebabkan kerusakan data saat kondisi radiasi matahari ekstrem. Meskipun tidak ada penerbangan Finnair yang mengalami gangguan penerbangan yang memicu peringatan tersebut, maskapai menghadapi kemungkinan harus menghentikan sebagian armada jarak pendeknya pada pukul 01:59 EET Minggu jika pembaruan tidak diterapkan.
Tim layanan teknis Finnair mengerahkan insinyur tambahan di Bandara Helsinki-Vantaa Jumat malam. Dengan bekerja dalam tiga shift, mereka mengunggah perangkat lunak yang diperbarui, melakukan reboot sistem, dan menjalankan uji penerimaan pada setiap pesawat sebelum mengembalikannya ke layanan. Beberapa keberangkatan malam mengalami keterlambatan hingga 45 menit, namun maskapai menyatakan jadwal Sabtu sudah kembali normal.
Bagi manajer perjalanan korporat, insiden ini menjadi pengingat penting tentang keuntungan ketahanan operasional dengan memilih hub maskapai lokal: Finnair memiliki kapasitas cadangan dan kemampuan teknik internal untuk meminimalkan gangguan. Namun, perusahaan dengan jadwal ketat di Senin pagi disarankan untuk mengonfirmasi ulang pemesanan, karena maskapai Eropa lain mungkin masih menjalani pembaruan wajib yang sama.
Ke depan, Finnair memperkirakan tidak akan ada pembatalan lanjutan, tetapi akan menyiagakan satu pesawat narrow-body selama 48 jam ke depan. Penumpang yang melanjutkan penerbangan dengan mitra Oneworld disarankan memeriksa apakah operator selanjutnya menggunakan tipe Airbus yang terdampak dan menambah waktu ekstra saat transit.
Arahan ini dikeluarkan menyusul peringatan global dari Airbus pada Jumat, yang menyebutkan adanya kerentanan pada komputer kontrol penerbangan yang dapat menyebabkan kerusakan data saat kondisi radiasi matahari ekstrem. Meskipun tidak ada penerbangan Finnair yang mengalami gangguan penerbangan yang memicu peringatan tersebut, maskapai menghadapi kemungkinan harus menghentikan sebagian armada jarak pendeknya pada pukul 01:59 EET Minggu jika pembaruan tidak diterapkan.
Tim layanan teknis Finnair mengerahkan insinyur tambahan di Bandara Helsinki-Vantaa Jumat malam. Dengan bekerja dalam tiga shift, mereka mengunggah perangkat lunak yang diperbarui, melakukan reboot sistem, dan menjalankan uji penerimaan pada setiap pesawat sebelum mengembalikannya ke layanan. Beberapa keberangkatan malam mengalami keterlambatan hingga 45 menit, namun maskapai menyatakan jadwal Sabtu sudah kembali normal.
Bagi manajer perjalanan korporat, insiden ini menjadi pengingat penting tentang keuntungan ketahanan operasional dengan memilih hub maskapai lokal: Finnair memiliki kapasitas cadangan dan kemampuan teknik internal untuk meminimalkan gangguan. Namun, perusahaan dengan jadwal ketat di Senin pagi disarankan untuk mengonfirmasi ulang pemesanan, karena maskapai Eropa lain mungkin masih menjalani pembaruan wajib yang sama.
Ke depan, Finnair memperkirakan tidak akan ada pembatalan lanjutan, tetapi akan menyiagakan satu pesawat narrow-body selama 48 jam ke depan. Penumpang yang melanjutkan penerbangan dengan mitra Oneworld disarankan memeriksa apakah operator selanjutnya menggunakan tipe Airbus yang terdampak dan menambah waktu ekstra saat transit.
Sumber: Helsinki Times