
Pada 4 Desember 2025, Senat Italia memberikan persetujuan akhir atas konversi Peraturan Pemerintah No. 146/2025 tentang arus migrasi, mengubah langkah sementara menjadi undang-undang permanen. Teks ini memperkenalkan serangkaian reformasi yang menguntungkan pengusaha:
• Warga negara asing kini dapat bekerja secara legal sambil menunggu konversi izin tinggal, menghilangkan masa menganggur yang mahal.
• Hingga 10.000 pengasuh—termasuk pengasuh anak usia 0-6 tahun—dapat masuk setiap tahun di luar sistem kuota normal hingga 2028, mengatasi kekurangan akut di sektor pekerjaan domestik.
• Untuk periode 2026-2028, pemerintah dapat melakukan penyaringan awal aplikasi kuota dan membatasi pengusaha swasta maksimal tiga permintaan online kecuali menggunakan perantara resmi, langkah ini bertujuan mengurangi spekulasi “click-day”.
Undang-undang ini juga memperpanjang waktu pengajuan visa bagi peserta pelatihan asing menjadi 12 bulan (dari sebelumnya 6 bulan) setelah menyelesaikan pelatihan terakreditasi di luar negeri, serta menyamakan izin tinggal satu tahun bagi korban eksploitasi tenaga kerja, memberikan akses kepada mereka untuk mendapatkan Tunjangan Inklusi baru di Italia.
Perusahaan akan menyambut baik tenggat waktu 30 hari bagi otoritas ketenagakerjaan untuk mengeluarkan nulla osta dalam kasus peserta pelatihan dan Blue Card, sementara para inspektur mendapatkan wewenang melakukan audit awal pada aplikasi yang sudah diisi sebelumnya—insentif bagi pengusaha untuk menjaga dokumen tetap rapi dan lengkap.
Bagi tim HR, perubahan operasional terbesar adalah kemampuan untuk memasukkan pekerja ke dalam daftar gaji segera setelah permintaan konversi diajukan, bahkan sebelum izin fisik diterbitkan. Ini menyelaraskan Italia dengan praktik di Prancis dan Jerman serta dapat memangkas waktu persiapan penugasan hingga berbulan-bulan.
Konsultan imigrasi mengingatkan bahwa izin reunifikasi keluarga kini dapat memakan waktu hingga 150 hari (dari sebelumnya 90 hari), sehingga pengusaha disarankan mengatur jadwal kedatangan anggota keluarga secara bertahap. Undang-undang ini juga menetapkan hotspot Lampedusa sebagai fasilitas Palang Merah permanen, menandakan tekanan berkelanjutan pada infrastruktur perbatasan selatan Italia.
• Warga negara asing kini dapat bekerja secara legal sambil menunggu konversi izin tinggal, menghilangkan masa menganggur yang mahal.
• Hingga 10.000 pengasuh—termasuk pengasuh anak usia 0-6 tahun—dapat masuk setiap tahun di luar sistem kuota normal hingga 2028, mengatasi kekurangan akut di sektor pekerjaan domestik.
• Untuk periode 2026-2028, pemerintah dapat melakukan penyaringan awal aplikasi kuota dan membatasi pengusaha swasta maksimal tiga permintaan online kecuali menggunakan perantara resmi, langkah ini bertujuan mengurangi spekulasi “click-day”.
Undang-undang ini juga memperpanjang waktu pengajuan visa bagi peserta pelatihan asing menjadi 12 bulan (dari sebelumnya 6 bulan) setelah menyelesaikan pelatihan terakreditasi di luar negeri, serta menyamakan izin tinggal satu tahun bagi korban eksploitasi tenaga kerja, memberikan akses kepada mereka untuk mendapatkan Tunjangan Inklusi baru di Italia.
Perusahaan akan menyambut baik tenggat waktu 30 hari bagi otoritas ketenagakerjaan untuk mengeluarkan nulla osta dalam kasus peserta pelatihan dan Blue Card, sementara para inspektur mendapatkan wewenang melakukan audit awal pada aplikasi yang sudah diisi sebelumnya—insentif bagi pengusaha untuk menjaga dokumen tetap rapi dan lengkap.
Bagi tim HR, perubahan operasional terbesar adalah kemampuan untuk memasukkan pekerja ke dalam daftar gaji segera setelah permintaan konversi diajukan, bahkan sebelum izin fisik diterbitkan. Ini menyelaraskan Italia dengan praktik di Prancis dan Jerman serta dapat memangkas waktu persiapan penugasan hingga berbulan-bulan.
Konsultan imigrasi mengingatkan bahwa izin reunifikasi keluarga kini dapat memakan waktu hingga 150 hari (dari sebelumnya 90 hari), sehingga pengusaha disarankan mengatur jadwal kedatangan anggota keluarga secara bertahap. Undang-undang ini juga menetapkan hotspot Lampedusa sebagai fasilitas Palang Merah permanen, menandakan tekanan berkelanjutan pada infrastruktur perbatasan selatan Italia.
Sumber: Integrazione Migranti