
Setelah disahkannya Undang-Undang Kewarganegaraan baru, Parlemen juga memperketat aturan untuk izin tinggal permanen P-EU yang sangat diidamkan. Mulai 17 Desember 2025, pelamar harus menunjukkan enam tahun berturut-turut tinggal secara legal—dua tahun lebih lama dari sebelumnya—dan lulus ujian bahasa Finlandia atau Swedia pada tingkat CEFR A2. Masa tinggal dengan izin pelajar atau visa jangka pendek tidak lagi dihitung kecuali diikuti dengan minimal dua tahun kerja penuh waktu.
Pemerintah berargumen bahwa perubahan ini menciptakan jalur integrasi yang lebih jelas: kemampuan bahasa diminta lebih awal dalam proses migrasi dan diharapkan dapat meningkatkan hasil di pasar tenaga kerja. Namun, konsekuensinya adalah para pekerja internasional, peneliti, dan pengusaha harus menyesuaikan jadwal tinggal mereka—dan yang paling penting, menganggarkan biaya premi asuransi kesehatan nasional selama dua tahun tambahan sebelum mendapatkan status permanen.
Kelompok bisnis seperti Technology Industries of Finland memperingatkan bahwa kriteria yang lebih ketat ini bisa membuat para spesialis di tengah karier enggan menerima tawaran di kawasan Nordik. Swedia masih memberikan izin tinggal permanen setelah empat tahun tanpa ujian bahasa wajib. Oleh karena itu, tim mobilitas mungkin akan mendapat tekanan untuk meningkatkan tunjangan kelas bahasa atau mempercepat perekrutan staf pendukung bilingual secara lokal.
Klausul keringanan mengikuti reformasi kewarganegaraan: warga asing yang memenuhi aturan lama empat tahun sebelum 17 Desember tetap berhak, asalkan mengajukan permohonan dalam waktu enam bulan. Perusahaan dengan banyak peserta pelatihan lulusan baru sebaiknya memeriksa siapa yang memenuhi syarat dan mendukung pengajuan cepat agar bisa mendapatkan ketentuan yang lebih lunak.
Migri berjanji akan menyediakan kalkulator kelayakan online pada Januari 2026, namun mengingatkan bahwa bukti tertulis tentang tinggal terus-menerus—seperti kontrak sewa, tagihan utilitas, dan slip gaji—tetap sangat penting. Jika ada jeda lebih dari enam minggu, perhitungan waktu akan direset, sehingga koordinator mobilitas harus menyarankan karyawan untuk menjaga dokumentasi dengan rapi sejak hari pertama.
Pemerintah berargumen bahwa perubahan ini menciptakan jalur integrasi yang lebih jelas: kemampuan bahasa diminta lebih awal dalam proses migrasi dan diharapkan dapat meningkatkan hasil di pasar tenaga kerja. Namun, konsekuensinya adalah para pekerja internasional, peneliti, dan pengusaha harus menyesuaikan jadwal tinggal mereka—dan yang paling penting, menganggarkan biaya premi asuransi kesehatan nasional selama dua tahun tambahan sebelum mendapatkan status permanen.
Kelompok bisnis seperti Technology Industries of Finland memperingatkan bahwa kriteria yang lebih ketat ini bisa membuat para spesialis di tengah karier enggan menerima tawaran di kawasan Nordik. Swedia masih memberikan izin tinggal permanen setelah empat tahun tanpa ujian bahasa wajib. Oleh karena itu, tim mobilitas mungkin akan mendapat tekanan untuk meningkatkan tunjangan kelas bahasa atau mempercepat perekrutan staf pendukung bilingual secara lokal.
Klausul keringanan mengikuti reformasi kewarganegaraan: warga asing yang memenuhi aturan lama empat tahun sebelum 17 Desember tetap berhak, asalkan mengajukan permohonan dalam waktu enam bulan. Perusahaan dengan banyak peserta pelatihan lulusan baru sebaiknya memeriksa siapa yang memenuhi syarat dan mendukung pengajuan cepat agar bisa mendapatkan ketentuan yang lebih lunak.
Migri berjanji akan menyediakan kalkulator kelayakan online pada Januari 2026, namun mengingatkan bahwa bukti tertulis tentang tinggal terus-menerus—seperti kontrak sewa, tagihan utilitas, dan slip gaji—tetap sangat penting. Jika ada jeda lebih dari enam minggu, perhitungan waktu akan direset, sehingga koordinator mobilitas harus menyarankan karyawan untuk menjaga dokumentasi dengan rapi sejak hari pertama.
Sumber: VisaHQ Global Mobility News