1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. India
  4. /
  5. Waktu Tunggu 12 Bulan Kembali Muncul Saat AS Perketat Pemeriksaan Visa untuk Pemohon dari India

Waktu Tunggu 12 Bulan Kembali Muncul Saat AS Perketat Pemeriksaan Visa untuk Pemohon dari India

Des 22, 2025
·
Waktu Tunggu 12 Bulan Kembali Muncul Saat AS Perketat Pemeriksaan Visa untuk Pemohon dari India
Harapan bahwa konsulat AS di India akhirnya berhasil mengatasi antrean visa yang terkenal panjang pupus akhir pekan ini setelah Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi waktu tunggu wawancara “hingga 12 bulan” untuk beberapa kategori, termasuk visa kerja H-1B yang sangat penting bagi sektor teknologi India. Juru bicara departemen tersebut kepada Business Insider pada 21 Desember 2025 menyatakan bahwa arahan keamanan global baru—yang mulai berlaku 15 Desember—mengharuskan petugas konsuler memeriksa riwayat media sosial pelamar di platform seperti X (Twitter), Facebook, dan Instagram.

Misi India pun menjadwal ulang ribuan janji temu Desember ke tanggal-tanggal awal 2026. Para pelamar menerima email mendadak yang menginstruksikan mereka untuk tidak hadir pada tanggal semula, dengan peringatan bahwa akses ke konsulat akan ditolak. Pengacara imigrasi melaporkan kepanikan di kalangan profesional yang pulang ke India untuk proses cap akhir tahun dan kini menghadapi risiko kehilangan pekerjaan jika tidak bisa kembali ke AS tepat waktu.

Waktu Tunggu 12 Bulan Kembali Muncul Saat AS Perketat Pemeriksaan Visa untuk Pemohon dari India


Perusahaan IT besar India dan perusahaan multinasional AS yang mempekerjakan banyak pemegang H-1B harus bersiap menghadapi kekurangan staf dan penundaan proyek. Perusahaan disarankan mengaktifkan rencana kerja jarak jauh, memindahkan tugas ke Kanada atau Meksiko jika memungkinkan, serta memprioritaskan opsi Blanket L-1 atau Program Pembebasan Wawancara bagi staf yang memenuhi syarat. Pengusaha AS juga perlu meninjau batasan perjalanan dalam surat penugasan: karyawan yang terjebak di India karena alasan di luar kendali mereka dapat memicu klausul force majeure.

Departemen Luar Negeri menegaskan langkah ini penting demi keamanan nasional, dengan alasan meningkatnya penyalahgunaan visa kerja dan studi. Namun, asosiasi industri NASSCOM berpendapat bahwa warga India menerima 73% dari seluruh visa H-1B pada tahun fiskal 2025 dan penundaan berkepanjangan akan “menghambat ekosistem inovasi bilateral.” Kedutaan AS menyatakan sedang menambah staf, namun belum memberikan jadwal pengurangan antrean.

Sampai ada kejelasan, manajer mobilitas disarankan memberi saran kepada pelancong untuk menunda perjalanan yang tidak mendesak ke India, memantau akun Twitter konsulat untuk janji temu mendadak, dan memastikan ekspatriat memiliki izin advance parole atau izin masuk kembali yang valid sebelum meninggalkan AS.
Sumber: Times of India / Business Insider (via TOI report)

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×