
Portugal melalui Diário da República menerbitkan Despacho n.º 15169/2025 pada 22 Desember, yang memberikan Estatuto de Igualdade de Direitos e Deveres (Status Kesetaraan Hak dan Kewajiban) kepada 30 warga negara Brasil tambahan. Keputusan yang dikeluarkan oleh Sekretaris Negara untuk Integrasi, Migrasi, dan Suaka ini didasarkan pada Pasal 12 dan 15 dari Perjanjian Persahabatan Brasil-Portugal tahun 2000, yang memberikan hak sipil dan jaminan sosial yang sama dengan warga negara Portugal—kecuali untuk jabatan politik yang mensyaratkan kewarganegaraan.
Status ini menghilangkan kebutuhan akan izin tinggal terpisah dan mempermudah akses ke pasar kerja Portugal, sistem kesehatan publik, serta manfaat sosial. Pemegang status ini juga dapat mengajukan kartu identitas Portugal dan, setelah tiga tahun tinggal, mengajukan naturalisasi tanpa harus melepaskan kewarganegaraan Brasil.
Bagi perusahaan multinasional Brasil yang memutar staf ke Portugal, despacho ini memudahkan kepatuhan: pekerja yang tercakup dalam perjanjian dapat melewati kuota pekerja asing standar dan langsung mendapatkan kontrak kerja lokal. Namun, pemberi kerja harus tetap memantau kewajiban penggajian lokal, karena status kesetaraan membuat pekerja tunduk pada tarif kontribusi sosial Portugal.
Kelompok terbaru ini menunjukkan daya tarik Portugal yang terus meningkat bagi para profesional Brasil—lebih dari 97.000 telah memperoleh status kesetaraan sejak 2020. Konsultan imigrasi memperkirakan permintaan akan meningkat lebih jauh setelah Undang-Undang Orang Asing baru Portugal, yang disetujui pada September, memperketat jalur visa awal namun tetap mempertahankan hak istimewa berdasarkan perjanjian untuk warga Brasil.
Status ini menghilangkan kebutuhan akan izin tinggal terpisah dan mempermudah akses ke pasar kerja Portugal, sistem kesehatan publik, serta manfaat sosial. Pemegang status ini juga dapat mengajukan kartu identitas Portugal dan, setelah tiga tahun tinggal, mengajukan naturalisasi tanpa harus melepaskan kewarganegaraan Brasil.
Bagi perusahaan multinasional Brasil yang memutar staf ke Portugal, despacho ini memudahkan kepatuhan: pekerja yang tercakup dalam perjanjian dapat melewati kuota pekerja asing standar dan langsung mendapatkan kontrak kerja lokal. Namun, pemberi kerja harus tetap memantau kewajiban penggajian lokal, karena status kesetaraan membuat pekerja tunduk pada tarif kontribusi sosial Portugal.
Kelompok terbaru ini menunjukkan daya tarik Portugal yang terus meningkat bagi para profesional Brasil—lebih dari 97.000 telah memperoleh status kesetaraan sejak 2020. Konsultan imigrasi memperkirakan permintaan akan meningkat lebih jauh setelah Undang-Undang Orang Asing baru Portugal, yang disetujui pada September, memperketat jalur visa awal namun tetap mempertahankan hak istimewa berdasarkan perjanjian untuk warga Brasil.
Sumber: Diário da República