
Bandara Malpensa Milan (MXP) untuk pertama kalinya dalam sejarahnya berhasil melampaui angka 30 juta penumpang, menutup tahun 2025 dengan rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berdasarkan data yang dirilis pada 31 Desember, bandara ini melayani lebih dari 31 juta penumpang sepanjang tahun kalender, naik sekitar sembilan persen dibandingkan 2024 dan melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang dicapai pada tahun 2019, masa kejayaan sebelum pandemi.
Pencapaian ini terjadi hanya seminggu setelah Bandara Fiumicino Roma mengumumkan telah melampaui 50 juta penumpang, menegaskan kuatnya pemulihan lalu lintas udara Italia pasca-Covid.
Operator bandara SEA mengaitkan lonjakan ini dengan pembangunan jaringan yang luas dan pembukaan rute jarak jauh baru. Layanan Delta ke Boston, American Airlines ke Philadelphia, dan Vietnam Airlines ke Hanoi menjadi peluncuran paling menonjol di 2025, bergabung dengan kembalinya maskapai Asia seperti Thai Airways, EVA Air, ANA, dan Cathay Pacific. Saat ini, 80 persen lalu lintas Malpensa adalah internasional, memperkuat peran hub Lombardy sebagai pintu gerbang utama Italia utara ke dunia. SEA telah meminta pemerintah mempercepat perluasan terminal untuk mengurangi kemacetan di ruang keberangkatan zona Schengen.
Bagi manajer mobilitas korporat, angka ini memiliki dampak praktis. Pertumbuhan kapasitas sudah berimbas pada ketersediaan kursi yang lebih baik dan persaingan tarif di rute utama AS dan Asia-Pasifik—berita baik bagi produsen yang berorientasi ekspor di wilayah industri utara Italia. Namun, infrastruktur masih tertinggal: waktu antre di keamanan dan imigrasi sering kali melebihi satu jam saat puncak. SEA menyatakan akan ada penambahan personel, tapi sampai gerbang baru beroperasi, para pelancong disarankan menambah waktu cadangan dalam jadwal perjalanan, terutama pada pagi dan sore hari.
Rekor ini juga penting untuk penugasan ekspatriat. Jangkauan antar-benua Malpensa yang semakin luas mengurangi kebutuhan koneksi yang memakan waktu melalui Frankfurt atau Paris, menjadikan Milan basis yang lebih menarik untuk kantor regional. Para perekrut melaporkan bahwa akses penerbangan langsung ke pasar asal menjadi salah satu indikator kualitas hidup utama bagi para penugasan. Dengan Malpensa dan Fiumicino sama-sama mencetak rekor lalu lintas, Italia semakin memposisikan diri sebagai hub alternatif yang kredibel bagi talenta multinasional di Eropa selatan.
Ke depan, SEA memproyeksikan kenaikan lalu lintas sebesar lima persen lagi pada 2026, didorong oleh peningkatan kapasitas dari ITA Airways dan slot tambahan untuk maskapai Timur Tengah. Apakah infrastruktur dapat mengikuti laju ini akan menjadi pertanyaan krusial untuk keandalan perjalanan bisnis dalam 24 bulan ke depan.
Pencapaian ini terjadi hanya seminggu setelah Bandara Fiumicino Roma mengumumkan telah melampaui 50 juta penumpang, menegaskan kuatnya pemulihan lalu lintas udara Italia pasca-Covid.
Operator bandara SEA mengaitkan lonjakan ini dengan pembangunan jaringan yang luas dan pembukaan rute jarak jauh baru. Layanan Delta ke Boston, American Airlines ke Philadelphia, dan Vietnam Airlines ke Hanoi menjadi peluncuran paling menonjol di 2025, bergabung dengan kembalinya maskapai Asia seperti Thai Airways, EVA Air, ANA, dan Cathay Pacific. Saat ini, 80 persen lalu lintas Malpensa adalah internasional, memperkuat peran hub Lombardy sebagai pintu gerbang utama Italia utara ke dunia. SEA telah meminta pemerintah mempercepat perluasan terminal untuk mengurangi kemacetan di ruang keberangkatan zona Schengen.
Bagi manajer mobilitas korporat, angka ini memiliki dampak praktis. Pertumbuhan kapasitas sudah berimbas pada ketersediaan kursi yang lebih baik dan persaingan tarif di rute utama AS dan Asia-Pasifik—berita baik bagi produsen yang berorientasi ekspor di wilayah industri utara Italia. Namun, infrastruktur masih tertinggal: waktu antre di keamanan dan imigrasi sering kali melebihi satu jam saat puncak. SEA menyatakan akan ada penambahan personel, tapi sampai gerbang baru beroperasi, para pelancong disarankan menambah waktu cadangan dalam jadwal perjalanan, terutama pada pagi dan sore hari.
Rekor ini juga penting untuk penugasan ekspatriat. Jangkauan antar-benua Malpensa yang semakin luas mengurangi kebutuhan koneksi yang memakan waktu melalui Frankfurt atau Paris, menjadikan Milan basis yang lebih menarik untuk kantor regional. Para perekrut melaporkan bahwa akses penerbangan langsung ke pasar asal menjadi salah satu indikator kualitas hidup utama bagi para penugasan. Dengan Malpensa dan Fiumicino sama-sama mencetak rekor lalu lintas, Italia semakin memposisikan diri sebagai hub alternatif yang kredibel bagi talenta multinasional di Eropa selatan.
Ke depan, SEA memproyeksikan kenaikan lalu lintas sebesar lima persen lagi pada 2026, didorong oleh peningkatan kapasitas dari ITA Airways dan slot tambahan untuk maskapai Timur Tengah. Apakah infrastruktur dapat mengikuti laju ini akan menjadi pertanyaan krusial untuk keandalan perjalanan bisnis dalam 24 bulan ke depan.
Sumber: The Flight Club