
Kementerian Ekonomi secara diam-diam memperbarui portal web NextGen FDI pada 19 Februari, dengan menghadirkan ‘fase 1 cabang perbankan’ yang memasukkan Emirates NBD dan Wio Bank ke dalam paket relokasi yang didukung pemerintah untuk perusahaan digital dengan pertumbuhan tinggi. Kedua bank ini akan membuka rekening korporat dan gaji menggunakan dokumen lisensi inti yang diunggah melalui portal, sehingga menghilangkan proses KYC yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu dan sering menunda pengaturan penggajian bagi pendatang baru di pasar.
Diluncurkan pada 2022, NextGen FDI menggabungkan perizinan bisnis yang dipercepat, visa emas untuk para pendiri, dan ruang kantor bersubsidi. Namun, peserta awal mengeluhkan bahwa tanpa rekening bank, mereka tidak bisa membayar gaji lokal, yang berisiko menimbulkan masalah imigrasi bagi staf baru. Dengan mengintegrasikan proses pembukaan rekening bank, program yang diperbarui ini langsung mengatasi kendala tersebut.
Proses visa juga mendapat peningkatan: perusahaan yang lolos akan mendapatkan kuota izin kerja yang sudah disetujui sebelumnya sesuai target ekspor digital mereka, dan para pendiri memperoleh visa hijau lima tahun secara langsung, menggantikan masa tinggal standar dua tahun. Kementerian menyatakan inisiatif ini sejalan dengan Strategi Nasional untuk Penarikan Talenta dan target untuk menampung 1.000 perusahaan digital baru pada 2030.
Bagi para pemimpin mobilitas global, pesan yang disampaikan adalah bahwa relokasi tim teknologi ke UAE kini harus melibatkan lebih sedikit tahapan—satu aplikasi membuka lisensi komersial, visa, dukungan properti, dan layanan perbankan yang sepenuhnya berfungsi dalam waktu kurang dari empat minggu, menjadikan Emirates sebagai pesaing kuat bagi program Tech.Pass Singapura dan Digital Nomad Saudi Arabia.
Diluncurkan pada 2022, NextGen FDI menggabungkan perizinan bisnis yang dipercepat, visa emas untuk para pendiri, dan ruang kantor bersubsidi. Namun, peserta awal mengeluhkan bahwa tanpa rekening bank, mereka tidak bisa membayar gaji lokal, yang berisiko menimbulkan masalah imigrasi bagi staf baru. Dengan mengintegrasikan proses pembukaan rekening bank, program yang diperbarui ini langsung mengatasi kendala tersebut.
Proses visa juga mendapat peningkatan: perusahaan yang lolos akan mendapatkan kuota izin kerja yang sudah disetujui sebelumnya sesuai target ekspor digital mereka, dan para pendiri memperoleh visa hijau lima tahun secara langsung, menggantikan masa tinggal standar dua tahun. Kementerian menyatakan inisiatif ini sejalan dengan Strategi Nasional untuk Penarikan Talenta dan target untuk menampung 1.000 perusahaan digital baru pada 2030.
Bagi para pemimpin mobilitas global, pesan yang disampaikan adalah bahwa relokasi tim teknologi ke UAE kini harus melibatkan lebih sedikit tahapan—satu aplikasi membuka lisensi komersial, visa, dukungan properti, dan layanan perbankan yang sepenuhnya berfungsi dalam waktu kurang dari empat minggu, menjadikan Emirates sebagai pesaing kuat bagi program Tech.Pass Singapura dan Digital Nomad Saudi Arabia.