
Konsultan migrasi yang berbasis di Melbourne, RACC Australia, merilis “Daftar Periksa EOI untuk Migrasi Terampil” yang diperbarui pada 20 Februari 2026, dengan tujuan mengurangi tingginya tingkat penolakan Ekspresi Minat (EOI) yang diajukan melalui portal federal SkillSelect. Data internal Departemen Dalam Negeri menunjukkan hampir 28 persen EOI untuk visa 189, 190, dan 491 dibatalkan karena dokumen yang hilang atau tidak konsisten—masalah yang memperlambat putaran undangan dan menambah tumpukan proses. Bacaan singkat selama empat menit ini merangkum perubahan kebijakan terbaru, termasuk pemeriksaan duplikasi otomatis yang diperkenalkan pada Januari dan aturan bukti yang lebih ketat untuk poin keterampilan pasangan. Panduan ini membantu calon migran memahami persyaratan identitas, bahasa Inggris, penilaian keterampilan, dan bukti pekerjaan, dengan penekanan bahwa semua klaim harus dapat dipertanggungjawabkan dalam 60 hari setelah undangan. Meskipun daftar periksa ini tampak sebagai alat pemasaran, agen terdaftar MARA menyatakan bahwa ini mengisi kekurangan yang ada pada antarmuka resmi SkillSelect, yang masih belum memiliki fitur validasi waktu nyata seperti sistem Express Entry di Kanada. Bagi pemberi kerja yang mengupayakan residensi permanen langsung untuk tenaga kerja kritis, memastikan kandidat luar negeri mengikuti daftar periksa baru ini dapat mencegah penundaan berbulan-bulan antara nominasi dan pemberian visa. Dokumen ini juga berfungsi sebagai panduan bagi tim HR yang membantu staf dengan jalur mandiri atau nominasi negara bagian. Dengan mengumpulkan bukti sejak awal—terutama untuk riwayat kerja luar negeri dan tes bahasa Inggris—perusahaan dapat menyelaraskan jadwal mobilisasi dengan tanggal mulai proyek. RACC berencana mengadakan seri webinar pada bulan Maret untuk membahas jebakan umum EOI dan perubahan aturan nominasi negara bagian terbaru.
Sumber: RACC Australia