
Mahasiswa keperawatan Brasil kini memiliki jalur khusus untuk berkarier di Amerika Utara. Pada 23 Februari 2026, Faculdade Factum yang berbasis di Porto Alegre bersama Instituto Cultural Brasileiro Norte-Americano (ICBNA) meluncurkan program “Enfermagem Sem Fronteiras”. Program ini dibuat setelah proyeksi dari U.S. Bureau of Labor Statistics menunjukkan akan ada 440.000 lowongan perawat tambahan di Amerika Serikat dalam lima tahun ke depan.
Program lima tahun ini mengintegrasikan sepuluh mata kuliah pilihan ke dalam kurikulum sarjana Factum, meliputi bahasa Inggris akademik, persiapan ujian NCLEX, perbandingan legislasi sistem kesehatan, serta penyesuaian protokol klinis dengan standar WHO, CDC, dan ANA. Mahasiswa akan menyelesaikan program dengan kemampuan bahasa Inggris setara TOEFL dan rencana terperinci untuk validasi ijazah di negara bagian tempat mereka akan bekerja.
Marlon Miranda, perawat Brasil yang sudah berpraktik di AS dan telah membimbing lebih dari 450 rekan senegaranya dalam proses lisensi, akan memimpin jalur teknis program ini. Lulusan akan mendapatkan sponsor dari pemberi kerja yang mengubah visa sementara H-1B atau EB-3 menjadi status tinggal permanen bagi perawat dan keluarganya.
Penyelenggara menekankan pentingnya kepatuhan sejak awal: kehilangan satu dokumen dari Dewan Keperawatan atau standar kemampuan bahasa Inggris dapat menunda penempatan hingga satu tahun akademik penuh. Bagi jaringan rumah sakit multinasional yang merekrut di Brasil, program ini menyediakan sumber talenta yang dapat diprediksi dan mengatasi kekurangan kronis di bidang perawatan geriatri, kesehatan mental, dan daerah terpencil.
Pemberi kerja juga menghemat biaya pelatihan bahasa di tempat kerja dan mengurangi tingkat keluar karena peserta berkomitmen kontrak tiga tahun sebagai imbalan atas sponsor visa. Tim sumber daya manusia disarankan untuk merencanakan waktu persiapan 18 hingga 24 bulan, karena penerjemahan ijazah, verifikasi kredensial CGFNS, dan pengambilan sidik jari di dewan negara bagian tetap wajib.
Tips praktis: manajer mobilitas korporat yang akan menempatkan perawat pada 2027/28 sebaiknya memesan slot ujian NCLEX enam bulan sebelumnya—jaringan Pearson VUE di Brasil saat ini hanya memiliki empat pusat yang dapat menyelenggarakan ujian tersebut.
Program lima tahun ini mengintegrasikan sepuluh mata kuliah pilihan ke dalam kurikulum sarjana Factum, meliputi bahasa Inggris akademik, persiapan ujian NCLEX, perbandingan legislasi sistem kesehatan, serta penyesuaian protokol klinis dengan standar WHO, CDC, dan ANA. Mahasiswa akan menyelesaikan program dengan kemampuan bahasa Inggris setara TOEFL dan rencana terperinci untuk validasi ijazah di negara bagian tempat mereka akan bekerja.
Marlon Miranda, perawat Brasil yang sudah berpraktik di AS dan telah membimbing lebih dari 450 rekan senegaranya dalam proses lisensi, akan memimpin jalur teknis program ini. Lulusan akan mendapatkan sponsor dari pemberi kerja yang mengubah visa sementara H-1B atau EB-3 menjadi status tinggal permanen bagi perawat dan keluarganya.
Penyelenggara menekankan pentingnya kepatuhan sejak awal: kehilangan satu dokumen dari Dewan Keperawatan atau standar kemampuan bahasa Inggris dapat menunda penempatan hingga satu tahun akademik penuh. Bagi jaringan rumah sakit multinasional yang merekrut di Brasil, program ini menyediakan sumber talenta yang dapat diprediksi dan mengatasi kekurangan kronis di bidang perawatan geriatri, kesehatan mental, dan daerah terpencil.
Pemberi kerja juga menghemat biaya pelatihan bahasa di tempat kerja dan mengurangi tingkat keluar karena peserta berkomitmen kontrak tiga tahun sebagai imbalan atas sponsor visa. Tim sumber daya manusia disarankan untuk merencanakan waktu persiapan 18 hingga 24 bulan, karena penerjemahan ijazah, verifikasi kredensial CGFNS, dan pengambilan sidik jari di dewan negara bagian tetap wajib.
Tips praktis: manajer mobilitas korporat yang akan menempatkan perawat pada 2027/28 sebaiknya memesan slot ujian NCLEX enam bulan sebelumnya—jaringan Pearson VUE di Brasil saat ini hanya memiliki empat pusat yang dapat menyelenggarakan ujian tersebut.
Sumber: Rádio Guaíba