
Laporan lapangan dari 20minutos pada 25 April menggambarkan suasana tegang dan masalah logistik saat proses regularisasi di Spanyol memasuki hari kedua. Para pemohon mengantre berjam-jam di luar kantor Correos dan kantor Imigrasi, hanya untuk diberitahu bahwa database janji temu sedang offline akibat “masalah teknis yang tak terduga.” Sumber serikat pekerja menyebutkan beberapa kantor di Valencia dan Murcia tutup dua jam lebih lambat karena staf harus menangani kerusakan sistem secara mendadak. Keterlambatan ini menambah tekanan pada tenggat waktu yang sudah ketat selama lima bulan. Migran harus menyerahkan berkas lengkap—termasuk dokumen asing yang sudah diterjemahkan—paling lambat 30 September. “Setiap jam downtime sekarang berarti satu hari hilang bagi para pemohon,” peringat José Luis Ruíz dari serikat pekerja CSIF. Bagi pengusaha yang ingin melegalkan pekerja informal, gangguan ini berarti penundaan proses perekrutan dan ketidakpastian penggajian. Para ahli mobilitas menyarankan agar janji temu dijadwalkan secara bertahap di beberapa provinsi dan menyiapkan salinan dokumen ganda sebagai antisipasi kehilangan slot. Kementerian Dalam Negeri telah mengizinkan pembayaran lembur dan pembukaan kantor Correos pada akhir pekan di 371 cabang, namun belum menerbitkan rencana darurat untuk kegagalan IT lebih lanjut. Pengamat mencatat bahwa amnesti besar-besaran terakhir di Spanyol pada 2020 juga mengalami gangguan sistem di awal, menunjukkan pelajaran belum sepenuhnya dipahami. Meski tidak ada insiden keamanan yang dilaporkan, antrean panjang ini menarik perhatian media dan memicu kritik politik bahwa pemerintah meluncurkan program ini tanpa infrastruktur yang memadai.
Sumber: 20 minutos