
Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj (CSMIA), bandara tersibuk kedua di India, menghentikan semua operasi penerbangan dari pukul 11:00 hingga 17:00 IST pada 7 Mei 2026 untuk melakukan pemeliharaan landasan pacu tahunan sebelum musim hujan. Penutupan ini memengaruhi landasan utama 09/27 dan landasan silang 14/32, sehingga bandara tidak beroperasi selama enam jam penuh. Operator bandara, Mumbai International Airport Ltd, menyatakan bahwa konsultasi dengan maskapai telah dimulai enam bulan sebelumnya, memungkinkan maskapai untuk mengatur ulang jadwal atau membatalkan hampir 300 penerbangan. Namun, perusahaan manajemen perjalanan melaporkan setidaknya 45 perubahan jadwal pada rute bisnis domestik dan India-Gulf, memaksa penumpang dengan penerbangan lanjutan di hari yang sama untuk mengalihkan rute melalui Delhi, Bengaluru, atau Hyderabad.
Bagi perencana mobilitas korporat, penutupan ini menyoroti kerentanan infrastruktur penerbangan India yang sudah sangat padat—Mumbai menangani sekitar 950 pergerakan penerbangan harian di landasan yang saling bersilangan. Perusahaan dengan jadwal proyek ketat di pusat keuangan ini menyiapkan penginapan semalam atau memindahkan pertemuan ke ranah daring. Pengirim kargo udara juga mempercepat pengiriman barang bernilai tinggi, khawatir akan kemacetan apron setelah operasi kembali berjalan.
CSMIA menyatakan bahwa program pemeliharaan meliputi penghilangan karet, penggrooving landasan, dan pemeriksaan sirkuit pencahayaan untuk memastikan standar gesekan selama hujan deras musim monsun. Penutupan serupa selama enam jam juga dijadwalkan pada 2027 dan 2028, namun solusi jangka panjang bergantung pada Bandara Navi Mumbai yang tertunda, yang kini dijadwalkan mulai beroperasi secara bertahap pada akhir 2027.
Para pelancong disarankan untuk memantau pembaruan maskapai selama musim monsun, ketika pola penahanan dan pengalihan penerbangan akibat cuaca sering terjadi. Perusahaan sebaiknya meninjau klausul force majeure dalam kebijakan perjalanan dan mempertimbangkan penggunaan bandara alternatif untuk perjalanan penting di hari yang sama ke pusat bisnis India.
Bagi perencana mobilitas korporat, penutupan ini menyoroti kerentanan infrastruktur penerbangan India yang sudah sangat padat—Mumbai menangani sekitar 950 pergerakan penerbangan harian di landasan yang saling bersilangan. Perusahaan dengan jadwal proyek ketat di pusat keuangan ini menyiapkan penginapan semalam atau memindahkan pertemuan ke ranah daring. Pengirim kargo udara juga mempercepat pengiriman barang bernilai tinggi, khawatir akan kemacetan apron setelah operasi kembali berjalan.
CSMIA menyatakan bahwa program pemeliharaan meliputi penghilangan karet, penggrooving landasan, dan pemeriksaan sirkuit pencahayaan untuk memastikan standar gesekan selama hujan deras musim monsun. Penutupan serupa selama enam jam juga dijadwalkan pada 2027 dan 2028, namun solusi jangka panjang bergantung pada Bandara Navi Mumbai yang tertunda, yang kini dijadwalkan mulai beroperasi secara bertahap pada akhir 2027.
Para pelancong disarankan untuk memantau pembaruan maskapai selama musim monsun, ketika pola penahanan dan pengalihan penerbangan akibat cuaca sering terjadi. Perusahaan sebaiknya meninjau klausul force majeure dalam kebijakan perjalanan dan mempertimbangkan penggunaan bandara alternatif untuk perjalanan penting di hari yang sama ke pusat bisnis India.