
Kabut tebal musim dingin mengganggu operasional di Bandara Adelaide pada pagi 15 Juli, memaksa tiga penerbangan Qantas dan Jetstar yang akan mendarat dialihkan ke Melbourne, menunda sekitar setengah lusin penerbangan domestik dan internasional lainnya, serta menimbulkan efek berantai bagi para pelaku bisnis yang melakukan perjalanan lanjutan di seluruh Australia. Juru bicara bandara, Sarah Lindholm, mengatakan jarak pandang turun di bawah batas minimum tak lama setelah fajar, sehingga pengendali lalu lintas udara menempatkan pesawat yang akan mendarat dalam pola tunggu dan akhirnya mengalihkan penerbangan yang paling terdampak ke Melbourne untuk pengisian bahan bakar. Dua penerbangan berbadan lebar dari Malaysia Airlines dan Singapore Airlines menghabiskan sekitar 30 menit berputar di atas Semenanjung Yorke sebelum kondisi membaik dan memungkinkan pendaratan dengan aman. Penerbangan keberangkatan ke Sydney dan Brisbane juga tertunda, dengan beberapa penumpang melaporkan keterlambatan hingga empat jam. Biro Meteorologi menyebut kabut ini disebabkan oleh sistem tekanan tinggi yang menetap, menjebak udara lembap malam hari di wilayah barat Adelaide. Forecaster senior Tom Anderson memperingatkan kondisi serupa bisa kembali dalam 48 jam ke depan. Maskapai telah menghapus biaya perubahan tiket bagi pelanggan terdampak dan menganjurkan penumpang untuk memantau aplikasi mobile dan notifikasi SMS daripada mengandalkan papan informasi di terminal yang kesulitan mengikuti perubahan jadwal yang cepat. Bagi manajer mobilitas korporat, kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa kabut radiasi musim dingin di Australia selatan dapat melumpuhkan jadwal yang sangat ketat. Perusahaan dengan staf fly-in-fly-out (FIFO) ke wilayah pertambangan South Australia harus mengatur ulang transfer darat ketika koneksi melalui Adelaide terlewat. Penasihat risiko perjalanan menyarankan agar waktu koneksi diperpanjang dalam rencana perjalanan Juli, terutama bagi penumpang yang melanjutkan ke layanan charter regional dengan frekuensi harian yang lebih sedikit. Meski gangguan mereda pada akhir pagi, para ahli mengatakan insiden ini menyoroti risiko operasional berantai yang ditimbulkan oleh cuaca buruk singkat di bandara dengan satu landasan pacu. Analis penerbangan Neil Hansford mencatat bahwa jaringan internasional Adelaide yang terus berkembang—dengan lebih dari 800.000 kursi internasional dijadwalkan pada kuartal ini—membuat perencanaan kontinjensi untuk kabut dan pengalihan akibat badai semakin krusial bagi maskapai dan pelaku perjalanan bisnis.
Sumber: ABC News