
Asosiasi pengemudi Jerman, ADAC, memperingatkan bahwa akhir pekan 24–26 Juli akan menjadi "gelombang liburan kedua" dan kemungkinan kemacetan terparah musim ini. Dalam prediksi kemacetan yang diterbitkan pada pukul 10:55 CET tanggal 24 Juli 2026, klub ini menyoroti lebih dari 1.000 lokasi konstruksi, beberapa penutupan jalan tol penuh, dan—yang sangat penting bagi pelancong internasional—waktu tunggu panjang di semua perbatasan darat akibat pemeriksaan tetap yang diberlakukan sejak Mei 2025. Titik kemacetan diperkirakan mencapai puncaknya pada Jumat sore dan Minggu malam, terutama di jalur utama seperti A3 (Suben) dan A8 (Walserberg) menuju Austria serta A4 (Ludwigsdorf) dan A12 (Frankfurt Oder) menuju Polandia. ADAC mencatat bahwa pengemudi truk lintas Eropa kini menghabiskan waktu rata-rata 35–45 menit di beberapa titik pemeriksaan, sementara mobil penumpang menghadapi waktu tunggu hingga satu jam saat jam sibuk. Dampak bagi pelaku bisnis ada dua. Pertama, waktu perjalanan dari pintu ke pintu untuk perjalanan domestik bisa dua kali lipat, memengaruhi pengiriman tepat waktu dan janji layanan lapangan. Kedua, jadwal pertemuan yang mengandalkan perjalanan lintas batas ke Salzburg, Basel, atau Wrocław harus ditambah minimal 60 menit. Kebijakan mobilitas SDM mungkin perlu mengakomodasi penggantian biaya menginap atau memberikan alternatif kereta api. Prediksi ini juga mengingatkan perusahaan bahwa larangan truk pada hari Sabtu di Jerman (07:00–20:00) masih berlaku hingga 31 Agustus, faktor yang harus diperhitungkan manajer rantai pasok dalam perencanaan pengiriman. Dengan banyak negara bagian yang kini memasuki masa libur sekolah, ADAC menyarankan kerja fleksibel atau pertemuan daring jika memungkinkan. Terakhir, asosiasi ini menegaskan kembali kewajiban hukum membawa paspor saat dekat perbatasan—bahkan untuk perjalanan domestik yang melewati wilayah dekat perbatasan—karena polisi sering melakukan pemeriksaan mendadak di jalan penghubung. Pengusaha disarankan memberi pengarahan kepada karyawan internasional yang belum familiar dengan penangguhan aturan Schengen saat ini.
Sumber: ADAC