
Delegasi dari 27 negara anggota bertemu di Brussels pada Senin, 14 September, dalam sesi terbaru Kelompok Kerja Visa Dewan, dengan satu agenda utama bagi Spanyol: sebuah dokumen diskusi Komisi yang mengusulkan kenaikan biaya visa Schengen jangka pendek untuk pertama kalinya sejak 2020. Menurut sumber diplomatik, dokumen tersebut mengajukan kenaikan biaya dasar dari €80 menjadi €100 untuk mengimbangi inflasi dan mendanai pembaruan teknologi informasi seperti Platform Visa UE yang sudah lama tertunda. Kementerian Dalam Negeri dan Luar Negeri Spanyol menyatakan kesediaan secara prinsip, namun memperingatkan bahwa kenaikan harga bisa menurunkan permintaan dari pasar Amerika Latin, di mana euro sudah kuat dan konsulat Spanyol memproses volume besar visa Kategori C untuk kru kapal pesiar dan pekerja musiman. Para pengelola konsuler mengatakan kenaikan ini juga bisa mempercepat peralihan ke Sistem Informasi dan Otorisasi Perjalanan Eropa (ETIAS) yang akan datang untuk pelancong bebas visa—yang berpotensi mengurangi pendapatan sekaligus mempertahankan beban administratif. Operator tur di Andalusia dan Catalonia khawatir kenaikan harga ini dapat menghalangi wisatawan jarak jauh, tepat saat sektor ini mulai pulih dari penurunan kedatangan wisatawan Asia selama musim panas. Kelompok Kerja juga meninjau kemajuan dalam pembaruan tolok ukur pembebasan visa dan mendengarkan pembaruan status interoperabilitas sistem biometrik. Notulen akan disampaikan ke Dewan Kehakiman dan Urusan Dalam Negeri pada Desember, di mana Spanyol akan menentukan sikap akhirnya. Tim mobilitas korporat sebaiknya memantau hasilnya: kenaikan biaya visa dapat memengaruhi anggaran penugasan dan daya tarik Spanyol sebagai pintu masuk ke Wilayah Schengen bagi karyawan dari negara ketiga.