
Dengan kabut musim dingin yang sudah menyebabkan pembatalan beberapa penerbangan di Bandara Birsa Munda, administrasi distrik Ranchi pada 13 Desember mengeluarkan perintah melarang hotel, losmen, dan rumah tamu menaikkan tarif kamar selama periode gangguan. Tempat penginapan yang mengabaikan perintah ini akan dikenai tindakan hukum sesuai dengan aturan Perlindungan Konsumen Jharkhand.
Pemberitahuan ini dikeluarkan menyusul keluhan dari penumpang yang terdampar dan menemukan tarif kamar anggaran naik hingga tiga kali lipat setelah pembatalan penerbangan mendadak. Pejabat setempat menginstruksikan semua penyedia akomodasi untuk menampilkan tarif standar di meja resepsionis dan platform pemesanan serta dilarang menambahkan ‘biaya darurat’.
Bagi tim mobilitas korporat yang mengatur perjalanan staf melalui Ranchi—yang kini menjadi pusat proyek pertambangan dan energi terbarukan—langkah ini memberikan kepastian biaya dan mengurangi masalah tanggung jawab saat terjadi gangguan. Namun, manajer perjalanan disarankan untuk memesan kamar cadangan di hotel bermerek yang sudah menerapkan harga tetap.
Administrasi berencana melakukan pemeriksaan acak dan menyediakan layanan helpline WhatsApp agar penumpang dapat melaporkan penarikan biaya berlebihan secara langsung. Perintah perlindungan konsumen serupa bisa diterapkan di bandara lain yang rawan kabut seperti Lucknow dan Patna jika inisiatif ini terbukti efektif.
Penyedia layanan perjalanan disarankan meninjau kontrak mereka untuk memastikan kepatuhan dan menghindari kerusakan reputasi.
Pemberitahuan ini dikeluarkan menyusul keluhan dari penumpang yang terdampar dan menemukan tarif kamar anggaran naik hingga tiga kali lipat setelah pembatalan penerbangan mendadak. Pejabat setempat menginstruksikan semua penyedia akomodasi untuk menampilkan tarif standar di meja resepsionis dan platform pemesanan serta dilarang menambahkan ‘biaya darurat’.
Bagi tim mobilitas korporat yang mengatur perjalanan staf melalui Ranchi—yang kini menjadi pusat proyek pertambangan dan energi terbarukan—langkah ini memberikan kepastian biaya dan mengurangi masalah tanggung jawab saat terjadi gangguan. Namun, manajer perjalanan disarankan untuk memesan kamar cadangan di hotel bermerek yang sudah menerapkan harga tetap.
Administrasi berencana melakukan pemeriksaan acak dan menyediakan layanan helpline WhatsApp agar penumpang dapat melaporkan penarikan biaya berlebihan secara langsung. Perintah perlindungan konsumen serupa bisa diterapkan di bandara lain yang rawan kabut seperti Lucknow dan Patna jika inisiatif ini terbukti efektif.
Penyedia layanan perjalanan disarankan meninjau kontrak mereka untuk memastikan kepatuhan dan menghindari kerusakan reputasi.
Sumber: Times of India