1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Republik Rakyat Cina
  4. /
  5. China Memberikan Bebas Visa 30 Hari untuk Warga Inggris

China Memberikan Bebas Visa 30 Hari untuk Warga Inggris

Feb 1, 2026
·
China Memberikan Bebas Visa 30 Hari untuk Warga Inggris
Dalam salah satu hasil paling mencolok dari kunjungan empat hari Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer ke Beijing, China telah setuju untuk mengizinkan pemegang paspor Inggris biasa masuk ke daratan tanpa visa untuk masa tinggal hingga 30 hari.

Meskipun Beijing secara bertahap telah memperluas program pembebasan visa sepihaknya ke lebih dari 50 negara sejak akhir 2023, Inggris sebelumnya tidak termasuk—sebagian karena ketegangan bilateral terkait Hong Kong, sanksi hak asasi manusia, dan kontrol ekspor teknologi. Pertemuan langsung Starmer dengan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang tampaknya telah memecahkan kebuntuan tersebut. Menurut pejabat China, kebijakan ini bersifat sepihak: pelancong Inggris tidak diwajibkan memberikan akses bebas visa bagi pengunjung China, menjadikan Inggris negara G7 kedua (setelah Prancis) yang menikmati hak istimewa ini.

China Memberikan Bebas Visa 30 Hari untuk Warga Inggris


Bagi pelancong bisnis, kebijakan ini menghilangkan hambatan besar. Visa bisnis jangka pendek China biasanya berbiaya sekitar £151, memerlukan biometrik, dan prosesnya bisa memakan waktu seminggu atau lebih—membuat banyak eksekutif enggan melakukan perjalanan mendadak. Firma konsultasi Henley & Partners memperkirakan lebih dari 122.000 pelancong bisnis Inggris mengunjungi China pada 2025; pembebasan visa baru ini bisa menambah jumlah tersebut sebesar 30-40 persen pada 2026, terutama di sektor keuangan, layanan hukum, dan manufaktur maju yang mengandalkan kesepakatan tatap muka yang cepat. Maskapai seperti British Airways dan Virgin Atlantic, yang saat ini hanya mengoperasikan beberapa penerbangan ke Beijing dan Shanghai, sudah meninjau jadwal untuk menambah kapasitas sebelum peluncuran resmi kebijakan ini (diperkirakan sebelum puncak pariwisata musim panas setelah regulasi pelaksana diumumkan).

Operator tur juga mengantisipasi kebangkitan. Data Administrasi Pariwisata Nasional China menunjukkan hanya 66.000 wisatawan Inggris yang masuk ke daratan pada 2025—hanya seperempat dari tingkat sebelum pandemi. Penghapusan dokumen dan biaya visa diharapkan menghidupkan kembali rute perjalanan multi-kota yang menggabungkan landmark kekaisaran Beijing dengan pusat perbelanjaan Shanghai dan Prajurit Terakota Xi’an. Langkah ini diperkirakan akan menyuntikkan tambahan ¥3–4 miliar (£330-440 juta) ke sektor perhotelan dan ritel China tahun ini, menurut Ctrip Research Institute.

Secara praktis, pelancong Inggris tetap harus membawa bukti tiket lanjutan atau pulang serta bukti pemesanan akomodasi, dan pembebasan visa ini tidak berlaku untuk pekerjaan berbayar, studi jangka panjang, atau jurnalistik—aktivitas yang masih memerlukan izin khusus. Pejabat Kementerian Luar Negeri Inggris mengingatkan pelancong untuk memantau saluran kedutaan China terkait tanggal mulai yang tepat dan kemungkinan pengenalan kembali deklarasi kesehatan Covid secara musiman. Meski begitu, keputusan ini disambut hangat oleh perusahaan multinasional sebagai sinyal terkuat bahwa Beijing ingin membuka kembali pintu bagi pengunjung bernilai tinggi setelah bertahun-tahun isolasi akibat pandemi.
Sumber: The Times of India

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Republik Rakyat Cina.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×