
Data resmi yang dirilis selama pekan terakhir libur Festival Musim Semi selama sembilan hari menunjukkan bahwa wisatawan Tiongkok melakukan perjalanan 5,7 persen lebih banyak dibandingkan tahun 2025, mencatat rekor baru untuk lalu lintas kereta api dan jalan raya dalam satu hari. Kereta api mengangkut 18,7 juta penumpang pada puncak perjalanan, sementara penjualan bebas bea di Pulau Hainan melonjak 30,8 persen secara tahunan menjadi 2,72 miliar yuan. Para analis menyebut lonjakan ini disebabkan oleh permintaan yang tertahan, voucher konsumsi yang ditargetkan, serta jarangnya libur nasional yang bertepatan dengan jadwal sekolah. Kereta cepat kembali menjadi pilihan utama keluarga dan pekerja migran yang pulang kampung, menguji kapasitas stasiun di Guangzhou, Wuhan, dan Xi’an. Tingkat hunian hotel di sepuluh destinasi teratas di Tiongkok melebihi 90 persen, dengan kamar keluarga menjadi yang paling diminati. Dari perspektif mobilitas korporat, sinyal terkuat adalah ketahanan: volume perjalanan bisnis domestik pulih hingga 94 persen dari level sebelum pandemi pada 2019, menurut platform pemesanan Fliggy. Namun, perusahaan yang merencanakan pertemuan pembukaan Maret atau kunjungan pabrik harus waspada terhadap “ineria” pasca-liburan yang masih berlangsung: banyak pabrik beroperasi di bawah kapasitas penuh hingga pertengahan Maret karena pekerja memperpanjang masa tinggal di provinsi asal mereka. Manajer perjalanan dapat memanfaatkan jendela sempit harga tiket pesawat yang lebih rendah—minggu setelah Festival Lentera (27 Februari)—ketika harga tiket domestik rata-rata turun 22 persen dibandingkan musim puncak. Kebijakan perubahan jadwal yang fleksibel yang diperkenalkan selama pandemi masih berlaku di China Eastern, Air China, dan Spring Airlines, memudahkan penyesuaian rencana perjalanan jika jadwal pertemuan berubah. Dalam jangka panjang, data ini memperkuat arah Beijing yang berfokus pada pertumbuhan berbasis konsumsi. Diperkirakan pemerintah daerah akan memperpanjang program voucher dan insentif bebas bea hingga libur Hari Buruh Mei, yang akan semakin mendorong mobilitas internal dan menciptakan permintaan lanjutan untuk kereta antar kota dan penerbangan jarak pendek.
Sumber: Angel One Global Market