
Para pelancong yang melewati dua bandara tersibuk di Italia pada 11 Maret mendapati papan keberangkatan penuh dengan tanda merah. Berdasarkan data real-time dari Travel & Tour World, Milan-Malpensa mencatat 12 pembatalan dan 38 keterlambatan, sementara Rome-Fiumicino mencatat 9 pembatalan dan 43 keterlambatan. Maskapai internasional yang paling terdampak antara lain Qatar Airways, El Al, Air India, Emirates, dan ITA Airways, banyak di antaranya mengandalkan rute memutar ke utara untuk menghindari wilayah udara Timur Tengah yang terdampak konflik. Masalah operasional ini muncul akibat ketegangan geopolitik yang berlanjut antara Israel, Iran, dan pasukan sekutu, yang memicu larangan terbang di sebagian besar wilayah Laut Tengah Timur. Rute yang lebih panjang berarti konsumsi bahan bakar lebih tinggi dan jadwal yang lebih ketat, sehingga sedikit ruang untuk batasan jam kerja kru atau gangguan teknis saat pesawat tiba di Eropa. Dampak lanjutan dengan cepat menyebar melalui jaringan hub-and-spoke: pesawat besar yang terlambat bisa membuat penumpang penerbangan pendek tertahan dan memaksa rotasi keberangkatan melewati jam larangan terbang di bandara dengan pembatasan kebisingan. Bagi tim mobilitas, waktu ini sangat tidak menguntungkan. Bulan Maret adalah puncak kalender pameran dagang musim semi Italia—mulai dari tekstil Milano Unica hingga MCE Energy. Perusahaan yang mengirimkan stan pameran atau sampel mudah rusak lewat kargo bagasi bawah pesawat berisiko dikenai biaya penyimpanan bea cukai jika pengiriman melewati slot clearance yang sudah dipesan. Departemen HR yang memindahkan karyawan baru harus menyiapkan surat penjelasan tentang keterlambatan perjalanan akibat “force majeure” untuk diserahkan ke questure lokal (polisi imigrasi) jika janji izin tinggal harus dijadwal ulang. Penumpang diingatkan bahwa gangguan akibat penutupan wilayah udara umumnya dianggap sebagai “keadaan luar biasa” menurut EU261, sehingga kompensasi finansial kemungkinan besar tidak diberikan; namun maskapai tetap wajib menyediakan layanan perawatan, pengalihan rute, atau pengembalian dana. Bagi yang memiliki pertemuan penting di Milan, disarankan untuk memesan ulang lewat Zurich atau Vienna, yang menunjukkan tingkat gangguan lebih rendah. Dengan analis keamanan memprediksi NOTAM bergulir untuk waktu yang tidak pasti, perusahaan disarankan meninjau ulang matriks risiko perjalanan—menambah waktu tunggu ekstra dan memperjelas siapa yang menanggung biaya tinggal lebih lama jika jadwal perjalanan berantakan.
Sumber: Travel and Tour World