
Japan Airlines (JAL) dan Qantas memperluas kemitraan jangka panjang mereka dengan menambahkan lebih dari dua puluh rute domestik di Australia dan Jepang. Mulai minggu ini, nomor penerbangan JAL kini muncul pada layanan Qantas dari Sydney dan Melbourne ke lima ibu kota negara bagian di Australia, sementara kode Qantas juga diterapkan pada penerbangan JAL dari Tokyo Haneda ke pusat bisnis regional di Jepang seperti Fukuoka, Hiroshima, dan Sapporo.
Langkah ini memudahkan pelancong bisnis dengan tiket tunggal, bagasi yang langsung diperiksa hingga tujuan akhir, serta pengumpulan poin frequent flyer secara timbal balik, misalnya dari Cairns ke Osaka atau Adelaide ke Okinawa, tanpa perlu pemesanan terpisah atau pemeriksaan keamanan ulang. Selain itu, kerja sama ini mempererat hubungan kedua maskapai dalam aliansi oneworld, di saat keduanya tengah mengejar segmen penumpang premium menjelang lonjakan wisatawan ke Jepang untuk Expo Osaka-Kansai 2027.
Bagi eksportir Australia, waktu ini sangat tepat karena jaringan yang lebih luas bertepatan dengan musim pengiriman daging sapi beku ke Jepang, memungkinkan tim logistik menggabungkan pengangkutan kargo dengan layanan penumpang ke lebih banyak pintu masuk regional. Kapasitas kelas bisnis akan meningkat sedikit, dengan Qantas berencana menambah kapasitas pada beberapa rute domestik yang mendukung codeshare ini.
Pembeli tiket korporat disarankan memeriksa kontrak mereka, karena banyak perjanjian menganggap codeshare sebagai ‘own metal’ untuk maskapai pemasaran, sehingga penerbangan baru ini mungkin sudah termasuk dalam batas tarif yang ada. Para frequent flyer juga akan senang karena kini bisa mengumpulkan Qantas Status Credits pada rute seperti Haneda–Sapporo yang sebelumnya tidak termasuk dalam program.
Para analis menilai kemitraan ini juga sebagai strategi antisipasi terhadap kemungkinan keterbatasan slot saat Bandara Internasional Western Sydney dibuka pada akhir 2026; jaringan yang lebih padat memberi kedua maskapai fleksibilitas untuk menukar kapasitas secara cepat sambil tetap menjaga konektivitas.
Langkah ini memudahkan pelancong bisnis dengan tiket tunggal, bagasi yang langsung diperiksa hingga tujuan akhir, serta pengumpulan poin frequent flyer secara timbal balik, misalnya dari Cairns ke Osaka atau Adelaide ke Okinawa, tanpa perlu pemesanan terpisah atau pemeriksaan keamanan ulang. Selain itu, kerja sama ini mempererat hubungan kedua maskapai dalam aliansi oneworld, di saat keduanya tengah mengejar segmen penumpang premium menjelang lonjakan wisatawan ke Jepang untuk Expo Osaka-Kansai 2027.
Bagi eksportir Australia, waktu ini sangat tepat karena jaringan yang lebih luas bertepatan dengan musim pengiriman daging sapi beku ke Jepang, memungkinkan tim logistik menggabungkan pengangkutan kargo dengan layanan penumpang ke lebih banyak pintu masuk regional. Kapasitas kelas bisnis akan meningkat sedikit, dengan Qantas berencana menambah kapasitas pada beberapa rute domestik yang mendukung codeshare ini.
Pembeli tiket korporat disarankan memeriksa kontrak mereka, karena banyak perjanjian menganggap codeshare sebagai ‘own metal’ untuk maskapai pemasaran, sehingga penerbangan baru ini mungkin sudah termasuk dalam batas tarif yang ada. Para frequent flyer juga akan senang karena kini bisa mengumpulkan Qantas Status Credits pada rute seperti Haneda–Sapporo yang sebelumnya tidak termasuk dalam program.
Para analis menilai kemitraan ini juga sebagai strategi antisipasi terhadap kemungkinan keterbatasan slot saat Bandara Internasional Western Sydney dibuka pada akhir 2026; jaringan yang lebih padat memberi kedua maskapai fleksibilitas untuk menukar kapasitas secara cepat sambil tetap menjaga konektivitas.
Sumber: AeroRoutes
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Australia.Lebih Banyak Dari Australia
Lihat semua
‘Badai sempurna’ cuaca buruk dan kekurangan staf membuat ribuan orang terjebak di bandara-bandara Australia
Sistem Biometrik Perbatasan Uni Eropa Mulai 10 April, Warga Australia Diminta Bersiap Antrean Perbatasan 70% Lebih Lama