
Dalam putusan bersejarah yang dipublikasikan pada 27 April 2026, Pengadilan Administrasi Koblenz membatalkan pengenalan kembali dan perpanjangan enam bulan pemeriksaan perbatasan tetap oleh Kepolisian Federal di jalan tol A8 antara Luksemburg dan Saarland. Para hakim memutuskan bahwa Kementerian Dalam Negeri gagal menunjukkan “ancaman serius terhadap ketertiban umum atau keamanan dalam negeri” sebagaimana diwajibkan oleh Pasal 25 Kode Perbatasan Schengen saat memperpanjang pemeriksaan dari 16 Maret hingga 15 September 2025. Kasus ini diajukan oleh seorang pekerja lintas batas yang diperiksa identitasnya saat melakukan perjalanan dengan bus terjadwal dari Luksemburg ke Saarbrücken pada Juni 2025. Pengadilan menemukan bahwa kementerian hanya memberikan “referensi umum terkait migrasi tidak teratur” tanpa bukti intelijen konkret, dan tidak membuktikan bahwa langkah yang kurang mengganggu seperti patroli polisi bergerak tidak cukup. Karena perpanjangan tersebut tidak sah, setiap pemeriksaan identitas yang dilakukan selama periode itu, termasuk terhadap penggugat, tidak memiliki dasar hukum. Bagi pengelola mobilitas, keputusan ini lebih dari sekadar catatan hukum. Putusan ini menempatkan beban pembuktian yang tinggi pada Jerman (dan secara implisit negara anggota Schengen lainnya) untuk membenarkan setiap penangguhan kebebasan bergerak di perbatasan internal di masa depan. Perusahaan yang memindahkan staf antara distrik keuangan Luksemburg dan wilayah Saar di Jerman masih harus mengantisipasi pemeriksaan acak yang diizinkan berdasarkan §23 BPolG, namun putusan ini secara signifikan mengurangi kemungkinan adanya pemeriksaan sistematis di koridor ini dalam waktu dekat. Kementerian Dalam Negeri dapat mengajukan banding ke Pengadilan Administrasi Tinggi Rheinland-Pfalz, namun para pengacara mencatat bahwa pengadilan banding jarang membatalkan temuan proporsionalitas yang berbasis fakta. Jika putusan ini dipertahankan, hal ini bisa memicu tantangan lebih lanjut terhadap pemeriksaan sementara di perbatasan Ceko dan Polandia yang diperpanjang pada pertengahan April. Tim risiko perjalanan disarankan memantau jadwal banding dan mengidentifikasi kemungkinan klaim penggantian biaya dari karyawan yang mengalami keterlambatan atau denda selama periode sengketa. Secara praktis, perusahaan harus terus mengingatkan pekerja lintas batas untuk membawa identitas yang sah—pemeriksaan polisi acak masih mungkin dilakukan—namun dapat dengan hati-hati menyesuaikan waktu cadangan yang selama ini dimasukkan dalam jadwal antar-jemput. Konsultan imigrasi juga menyarankan untuk mengikuti dampak lanjutan dari keputusan ini: Brussels dijadwalkan akan mengajukan reformasi Kode Perbatasan Schengen musim semi ini, dan putusan Koblenz memperkuat posisi Parlemen Eropa dalam menuntut kriteria yang lebih ketat serta durasi maksimal yang lebih singkat untuk pemeriksaan yang diberlakukan kembali.
Sumber: Hasepost / dts
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Jerman.Lebih Banyak Dari Jerman
Lihat semua
Anggota Parlemen Jerman Sebut Sistem Masuk/Keluar UE sebagai ‘Pengawasan Massal’ di Tengah Penundaan yang Terus Berlanjut
Survei Menemukan 66% Warga Jerman Ingin Tunjangan Sosial untuk Migran UE Dihubungkan dengan Riwayat Kerja