
Jadwal biaya pemerintah baru yang diterbitkan secara diam-diam pada 28 April 2026 telah menurunkan biaya Visa Pencari Kerja tanpa sponsor di UAE sekitar 15% dan membuka kembali opsi tinggal selama 120 hari yang sempat dihentikan selama pandemi. Menurut tabel ICP terbaru, izin masuk kini dikenakan biaya AED 1.500 untuk 60 hari, AED 2.000 untuk 90 hari, dan AED 2.500 – 3.000 untuk izin 120 hari yang kembali diberlakukan, dengan proses selama lima hingga lima belas hari kerja. Kelayakan masih terbatas pada lulusan universitas terkemuka atau profesional yang diklasifikasikan dalam level keterampilan 1–3 oleh MOHRE, namun perekrut memperkirakan permintaan akan meningkat seiring pemulihan perekrutan di sektor keuangan, teknologi, dan kesehatan. Masa berlaku yang lebih panjang ini menjawab keluhan utama dari perusahaan multinasional: 60 hari seringkali tidak cukup untuk menyelesaikan wawancara, pemeriksaan medis, dan konversi izin kerja. Bagi manajer mobilitas, perubahan ini membuka jalur yang sesuai aturan untuk pencarian talenta di lapangan tanpa biaya sponsor penuh. Perusahaan dapat mengundang kandidat ke Dubai dengan izin 120 hari, menyelesaikan wawancara, dan mengonversi pelamar yang berhasil menjadi visa kerja—menghindari denda atas pekerjaan tanpa izin. Tips praktis: ingatkan kandidat bahwa Visa Pencari Kerja melarang pekerjaan berbayar; keterlambatan keluar akan dikenai denda baru sebesar AED 50 per hari. Attestasi gelar dan bukti dana masih sering menjadi alasan penolakan, jadi tim HR sebaiknya menyediakan daftar dokumen yang harus dipersiapkan sebelumnya.
Sumber: Gratuity Calculator UAE
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Uni Emirat Arab.Lebih Banyak Dari Uni Emirat Arab
Lihat semua
Dubai menghapus batas minimal AED 750.000 untuk Visa Investor Properti 2 Tahun, memperluas akses bagi pemilik tunggal
Jumlah penumpang DXB mencapai 95,6% dari tingkat 2019, menandakan pemulihan perjalanan bisnis