
Kementerian Dalam Negeri India telah menerbitkan revisi komprehensif pertama terhadap peraturan Warga Negara Luar Negeri India (OCI) setelah lebih dari satu dekade. Mulai berlaku 1 April 2026, keturunan generasi kelima dan keenam dari Tamil asal India di Sri Lanka serta komunitas ‘tanpa kewarganegaraan’ lainnya kini dapat mengajukan status OCI, memperluas cakupan orang yang berhak mendapatkan hak masuk tanpa visa seumur hidup dan hak kerja di India.
Perubahan penting lainnya bagi manajer mobilitas adalah penghapusan masa tunggu enam bulan yang sebelumnya mengharuskan pemegang visa jangka panjang tinggal di India selama setengah tahun sebelum mengajukan permohonan OCI. Eksekutif dan anggota keluarga yang baru tiba kini dapat mengajukan dokumen hampir segera, mempercepat waktu penugasan dan mengurangi biaya perpanjangan visa sementara.
Aturan baru ini juga memperketat kepatuhan: pemegang kartu OCI wajib mengunggah paspor baru dalam waktu tiga bulan setelah diterbitkan atau dikenakan denda administrasi sebesar US$25. Biro Imigrasi telah mengintegrasikan data paspor-OCI dengan gerbang elektronik bandara sehingga nomor paspor yang kedaluwarsa akan otomatis memicu antrean pemeriksaan manual—sebagai insentif untuk pembaruan tepat waktu.
Di balik layar, Kementerian Dalam Negeri menghubungkan basis data OCI dengan platform Imigrasi, Visa, Registrasi dan Pelacakan Orang Asing (IVFRT), memungkinkan analisis real-time terkait durasi tinggal dan riwayat pekerjaan. Perusahaan yang rutin memutar staf asing melalui India harus memperbarui daftar periksa internal dan mengedukasi para pelancong mengenai batas waktu yang lebih ketat.
Para ahli di Fragomen menyarankan organisasi untuk membangun pengingat otomatis dalam sistem HRIS karena “masa pengabaian yang bersifat toleran sudah berakhir.” Secara praktis, kerangka kerja yang diperbarui ini menjanjikan akses lebih cepat bagi diaspora India global dan lingkungan kepatuhan yang lebih dapat diprediksi bagi pemberi kerja. Namun, sisi negatifnya jelas: kegagalan menjaga catatan yang sempurna kini dapat berujung pada denda, pemeriksaan tambahan, dan risiko reputasi bagi perusahaan yang mensponsori banyak pemohon OCI.
Perubahan penting lainnya bagi manajer mobilitas adalah penghapusan masa tunggu enam bulan yang sebelumnya mengharuskan pemegang visa jangka panjang tinggal di India selama setengah tahun sebelum mengajukan permohonan OCI. Eksekutif dan anggota keluarga yang baru tiba kini dapat mengajukan dokumen hampir segera, mempercepat waktu penugasan dan mengurangi biaya perpanjangan visa sementara.
Aturan baru ini juga memperketat kepatuhan: pemegang kartu OCI wajib mengunggah paspor baru dalam waktu tiga bulan setelah diterbitkan atau dikenakan denda administrasi sebesar US$25. Biro Imigrasi telah mengintegrasikan data paspor-OCI dengan gerbang elektronik bandara sehingga nomor paspor yang kedaluwarsa akan otomatis memicu antrean pemeriksaan manual—sebagai insentif untuk pembaruan tepat waktu.
Di balik layar, Kementerian Dalam Negeri menghubungkan basis data OCI dengan platform Imigrasi, Visa, Registrasi dan Pelacakan Orang Asing (IVFRT), memungkinkan analisis real-time terkait durasi tinggal dan riwayat pekerjaan. Perusahaan yang rutin memutar staf asing melalui India harus memperbarui daftar periksa internal dan mengedukasi para pelancong mengenai batas waktu yang lebih ketat.
Para ahli di Fragomen menyarankan organisasi untuk membangun pengingat otomatis dalam sistem HRIS karena “masa pengabaian yang bersifat toleran sudah berakhir.” Secara praktis, kerangka kerja yang diperbarui ini menjanjikan akses lebih cepat bagi diaspora India global dan lingkungan kepatuhan yang lebih dapat diprediksi bagi pemberi kerja. Namun, sisi negatifnya jelas: kegagalan menjaga catatan yang sempurna kini dapat berujung pada denda, pemeriksaan tambahan, dan risiko reputasi bagi perusahaan yang mensponsori banyak pemohon OCI.
Sumber: The Economic Times