
Pos-pos perbatasan Spanyol kini telah sepenuhnya terhubung dengan Sistem Masuk/Keluar (EES) baru Uni Eropa, platform kontrol perbatasan biometrik yang mulai diterapkan sejak Oktober 2025. Menurut data yang dirilis di Brussels pada 18 Mei, EES telah mencatat lebih dari 66 juta lintasan oleh warga negara non-Uni Eropa dan menolak masuk sekitar 32.000 pelancong di seluruh Wilayah Schengen.
Bagi pelancong yang memasuki Spanyol melalui udara atau darat, perubahan paling mencolok adalah penggantian cap paspor dengan catatan digital yang merekam gambar wajah, sidik jari, dan riwayat perjalanan saat pertama kali warga negara dari negara ketiga masuk. Pada kunjungan berikutnya, gerbang otomatis akan mengambil data tersebut dalam hitungan detik, mempercepat pemeriksaan manual sekaligus langsung mendeteksi pelanggaran masa tinggal.
Bandara Madrid-Barajas, Barcelona-El Prat, dan Málaga-Costa del Sol mengonfirmasi kepada media lokal bahwa gerbang elektronik mereka kini sepenuhnya menggunakan EES, dengan waktu tunggu saat jam sibuk turun 15-20 persen dibandingkan dengan Paskah 2025. Maskapai penerbangan melaporkan proses boarding yang lebih lancar untuk penerbangan lanjutan di Schengen, karena pelancong tidak lagi memerlukan cap keluar tambahan dari Spanyol.
Namun, sistem ini sudah mulai mengubah perilaku perjalanan. Pengacara imigrasi di Spanyol mengatakan pengunjung bisnis kini meminta cetakan rinci masa tinggal yang diizinkan karena penghitung “90/180 hari” baru diterapkan secara otomatis. Perusahaan yang memutar staf melalui Madrid atau Valencia harus menyesuaikan jadwal agar tidak terjadi pelanggaran masa tinggal yang memicu peringatan otomatis.
Operator tur yang menangani kapal pesiar Amerika Latin di Barcelona juga memperingatkan klien bahwa kegagalan mendaftar biometrik saat kedatangan bisa berarti ketinggalan kapal jika kios penuh. Kelompok perlindungan data Spanyol terus mengungkapkan kekhawatiran terkait penyimpanan data biometrik jangka panjang, sementara pengemudi truk yang melewati perbatasan darat La Junquera yang sibuk dengan Prancis mengeluhkan antrean barang yang memanjang hingga pendaftaran pengemudi selesai.
Kementerian Dalam Negeri menyatakan sebagian besar masalah awal akan terselesaikan sebelum sistem otorisasi perjalanan ETIAS yang serupa mulai beroperasi pada 2027. Bagi manajer mobilitas global, pesannya jelas: pastikan penugasan non-Uni Eropa dan pelancong sering memahami proses baru, simpan salinan tanda terima EES, dan buat jadwal perjalanan yang lebih fleksibel selama teknologi ini berjalan lancar.
Bagi pelancong yang memasuki Spanyol melalui udara atau darat, perubahan paling mencolok adalah penggantian cap paspor dengan catatan digital yang merekam gambar wajah, sidik jari, dan riwayat perjalanan saat pertama kali warga negara dari negara ketiga masuk. Pada kunjungan berikutnya, gerbang otomatis akan mengambil data tersebut dalam hitungan detik, mempercepat pemeriksaan manual sekaligus langsung mendeteksi pelanggaran masa tinggal.
Bandara Madrid-Barajas, Barcelona-El Prat, dan Málaga-Costa del Sol mengonfirmasi kepada media lokal bahwa gerbang elektronik mereka kini sepenuhnya menggunakan EES, dengan waktu tunggu saat jam sibuk turun 15-20 persen dibandingkan dengan Paskah 2025. Maskapai penerbangan melaporkan proses boarding yang lebih lancar untuk penerbangan lanjutan di Schengen, karena pelancong tidak lagi memerlukan cap keluar tambahan dari Spanyol.
Namun, sistem ini sudah mulai mengubah perilaku perjalanan. Pengacara imigrasi di Spanyol mengatakan pengunjung bisnis kini meminta cetakan rinci masa tinggal yang diizinkan karena penghitung “90/180 hari” baru diterapkan secara otomatis. Perusahaan yang memutar staf melalui Madrid atau Valencia harus menyesuaikan jadwal agar tidak terjadi pelanggaran masa tinggal yang memicu peringatan otomatis.
Operator tur yang menangani kapal pesiar Amerika Latin di Barcelona juga memperingatkan klien bahwa kegagalan mendaftar biometrik saat kedatangan bisa berarti ketinggalan kapal jika kios penuh. Kelompok perlindungan data Spanyol terus mengungkapkan kekhawatiran terkait penyimpanan data biometrik jangka panjang, sementara pengemudi truk yang melewati perbatasan darat La Junquera yang sibuk dengan Prancis mengeluhkan antrean barang yang memanjang hingga pendaftaran pengemudi selesai.
Kementerian Dalam Negeri menyatakan sebagian besar masalah awal akan terselesaikan sebelum sistem otorisasi perjalanan ETIAS yang serupa mulai beroperasi pada 2027. Bagi manajer mobilitas global, pesannya jelas: pastikan penugasan non-Uni Eropa dan pelancong sering memahami proses baru, simpan salinan tanda terima EES, dan buat jadwal perjalanan yang lebih fleksibel selama teknologi ini berjalan lancar.
Sumber: Europa Press