
Greater Montreal mendapatkan bandara penumpang kedua pada 15 Juni saat Montreal Metropolitan Airport (YHU) di Longueuil menyambut gelombang pertama penerbangan terjadwal setelah renovasi terminal senilai CA$200 juta. Maskapai peluncur Porter Airlines membuka 138 frekuensi mingguan ke kota-kota besar Kanada, dengan data internal yang menunjukkan setengah penduduk wilayah ini kini bisa mencapai YHU lebih cepat dibandingkan Trudeau International. Pejabat setempat menyambut pembukaan ini sebagai keuntungan bagi para komuter South-Shore dan sebagai pelepas tekanan bagi Trudeau, yang slot dan akses jalur daratnya semakin padat. Porter memproyeksikan fasilitas empat gerbang ini dapat menangani hingga empat juta penumpang per tahun dan masuk dalam 10 bandara tersibuk di Kanada dalam dua tahun ke depan. Upacara peresmian tidak lepas dari drama: pramugari Pascan Aviation yang mogok sejak Oktober 2025 melakukan aksi protes di luar, menuduh perusahaan menggunakan pekerja pengganti. Meskipun penerbangan regional Pascan tetap berjalan, aktivis buruh berjanji akan meningkatkan aksi jika negosiasi tidak membuahkan hasil—hal ini perlu diperhatikan oleh manajer perjalanan korporat saat memesan koneksi antar Quebec. Dari sisi mobilitas, YHU menawarkan waktu transfer lebih singkat bagi perusahaan multinasional yang berbasis di South Shore Montreal dan alternatif bagi staf yang ingin tinggal di pinggiran kota. Pengguna awal disarankan memberi informasi kepada pelancong tentang kapasitas bea cukai yang terbatas—saat ini YHU hanya melayani penerbangan domestik, dengan rencana penerbangan internasional setelah fasilitas CBSA disertifikasi. Akses transportasi darat meliputi shuttle khusus ke stasiun métro Longueuil–Université-de-Sherbrooke dan perluasan area parkir, namun ketersediaan layanan ride-share mungkin terbatas pada minggu-minggu awal. Perusahaan disarankan memperbarui kebijakan perjalanan dengan mencantumkan YHU bersama YUL dan YMX saat karyawan mencari tarif terendah yang logis.
Sumber: Asatu News / CBC references