1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Siprus
  4. /
  5. Parlemen Uni Eropa Dukung Daftar ‘Negara Aman’ saat Siprus Mengawal Kesepakatan Migrasi Menuju Tahapan Akhir

Parlemen Uni Eropa Dukung Daftar ‘Negara Aman’ saat Siprus Mengawal Kesepakatan Migrasi Menuju Tahapan Akhir

Jun 24, 2026
·
Parlemen Uni Eropa Dukung Daftar ‘Negara Aman’ saat Siprus Mengawal Kesepakatan Migrasi Menuju Tahapan Akhir
Dalam sidang pleno tanggal 23 Juni, Parlemen Eropa mengesahkan regulasi yang menetapkan daftar bersama pertama Uni Eropa tentang ‘negara asal yang aman’—elemen utama dari Pakta Migrasi dan Suaka yang mulai berlaku pada 12 Juni di bawah Presidensi Dewan UE oleh Siprus. Pemungutan suara ini mengklasifikasikan Bangladesh, Kolombia, Mesir, Kosovo, India, Maroko, dan Tunisia sebagai negara yang dianggap aman, sehingga klaim suaka dari warga negara tersebut dapat diproses lebih cepat atau dianggap tidak dapat diterima kecuali pemohon dapat membuktikan adanya risiko pribadi. Diplomat Siprus memimpin pembicaraan trilog selama berbulan-bulan untuk mencapai kompromi yang membatasi kekuasaan Komisi dalam mengubah daftar secara sepihak sekaligus menjamin pemantauan hak asasi manusia. Bagi Nicosia, yang menerima salah satu arus masuk suaka per kapita tertinggi di UE, daftar ini menjanjikan proses pengembalian yang lebih cepat dan mengurangi kepadatan pusat penerimaan. Secara praktis, tim kepatuhan migrasi di perusahaan multinasional harus mencatat bahwa karyawan dari tujuh negara tersebut bisa menghadapi prosedur yang dipercepat jika mereka melebihi masa tinggal singkat Schengen setelah Siprus bergabung dengan zona bebas visa Schengen (diperkirakan pada 2027). Penasihat hukum menyarankan untuk meninjau kebijakan mobilitas agar pengajuan izin kerja dilakukan tepat waktu dan kriteria pengecualian kemanusiaan terpenuhi bila relevan. LSM berpendapat bahwa melabeli Mesir atau Tunisia sebagai ‘aman’ mengabaikan pelanggaran hak yang terdokumentasi. Oleh karena itu, regulasi ini mencakup klausul peninjauan yang akan diaktifkan jika tingkat pengakuan melebihi 20%. Siprus berjanji menggunakan Presidensinya untuk mengoperasionalkan mekanisme pemantauan hak melalui Badan Suaka UE. Dewan diperkirakan akan menyetujui teks ini pada Juli, setelah itu sebagian besar ketentuan langsung berlaku—kecuali daftar negara aman yang mulai berlaku 20 hari setelah publikasi di Jurnal Resmi.
Sumber: The Brussels Times – EU Affairs

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Siprus.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×