
Berita Pagi dari SBS pada 24 Juni menyoroti alat langka namun kuat dalam sistem imigrasi Australia: kekuasaan intervensi menteri berdasarkan pasal 351 Undang-Undang Migrasi. Setelah saga bertahun-tahun terkait aplikasi sponsor majikan yang gagal, sebuah keluarga di Queensland yang menghadapi deportasi akhirnya diberikan status residensi permanen berkat intervensi langsung Menteri Imigrasi Tony Burke. Sponsor asli keluarga tersebut lalai mengajukan dokumen penting, yang menyebabkan penolakan berantai melalui beberapa banding dan membuat orang tua serta dua anak usia sekolah mereka berada dalam kondisi visa jembatan E yang rentan. Para advokat komunitas meluncurkan petisi yang mengumpulkan 23.000 tanda tangan, berargumen bahwa kedua anak yang lahir di Australia itu akan terpaksa meninggalkan sekolah lokal jika dideportasi. Berdasarkan Undang-Undang tersebut, menteri dapat mengganti keputusan dengan yang lebih menguntungkan jika dianggap “untuk kepentingan umum”. Hanya beberapa ratus intervensi yang dilakukan setiap tahun, namun preseden menunjukkan kasus yang melibatkan keluarga yang sudah terintegrasi dengan baik dan kesalahan administratif oleh majikan memiliki peluang keberhasilan lebih tinggi. Para kritikus mengatakan sistem ini kurang transparan karena keputusan tidak dapat ditinjau ulang, namun bagi para migran yang terdampak, ini menjadi jaring pengaman terakhir. Dari perspektif mobilitas korporat, kisah ini mengingatkan risiko finansial dan reputasi yang harus ditanggung majikan saat mensponsori staf. Kegagalan memenuhi kewajiban nominasi dapat menggagalkan karier dan membuat perusahaan terkena denda hingga A$315.000 per pelanggaran. Para pemimpin HR disarankan untuk mengaudit berkas migrasi, memastikan data kontak dengan Departemen Dalam Negeri tetap terbaru, dan menganggarkan biaya untuk nasihat profesional saat menempatkan staf di wilayah regional dengan kapasitas HR yang terbatas. Kasus ini juga menjadi bagian dari perdebatan kebijakan yang lebih luas: kedua partai besar sedang mempertimbangkan usulan untuk mengkodifikasi pedoman diskresi menteri, yang dapat memberikan kejelasan bagi bisnis ketika sponsor bermasalah tanpa kesalahan dari karyawan.
Sumber: SBS News